PROGRAM PEMBELAJARAN

19 Jan

RINCIAN MINGGU EFEKTIF

SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

NO NAMA BULAN BANYAK MINGGU BANYAK MINGGU EFEKTIF
1 Juli 2010 5     Minggu 3     Minggu
2 Agustus 2010 4     Minggu 4     Minggu
3 September 2010 4     Minggu 2     Minggu
4 Oktober 2010 5     Minggu 4     Minggu
5 November 2010 4     Minggu 4     Minggu
6 Desember 2010 5     Minggu 4     Minggu
JUMLAH 27     Minggu 21    Minggu

Jumlah Jam Pelajaran                =  21     Minggu x 5 Jam Pelajaran

=  105   Jam Pelajaran

Pekanbaru, 12 Juli 2010

Mengetahui,

Kepala MTsN Pekanbaru                                                                                      Guru Mata Pelajaran,

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                                                       NIP. 19670524 199503 1 003

RINCIAN MINGGU EFEKTIF

SEMESTER GENAP

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

NO NAMA BULAN BANYAK MINGGU BANYAK MINGGU EFEKTIF
1 Januari 2011 4   Minggu 3  Minggu
2 Februari 2011 4   Minggu 4  Minggu
3 Maret 2011 5   Minggu 4  Minggu
4 April 2011 4   Minggu 4  Minggu
5 Mei 2011 4   Minggu 2  Minggu
6 Juni 2011 5   Minggu 0  Minggu
JUMLAH 26  Minggu 17 Minggu

Jumlah Jam Pelajaran      = 17   Minggu x 5 Jam Pelajaran

= 85   Jam Pelajaran

Pekanbaru, 12 Juli 2010

Mengetahui,

Kepala MTsN Pekanbaru                                                                                      Guru Mata Pelajaran,

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                                                       NIP. 19670524 199503 1 003

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan                        : MTs Negeri

Kelas / Semester                : IX / (satu)

Mata Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Alam

Alokasi Waktu                  : 5 Jam Pelajaran

I. Standar Kompetensi

§  Memahami berbagai sitem dalam kehidupan manusia

II. Kompetensi Dasar

1.1          Mendeskripsikan system ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

III.    Indikator

1.      Mendefenisikan pengertian ekskresi

2.      Menunjukkan macam organ penyusun system ekskresi pada manusia.

3.      Mendeskripsikan bentuk atau bangun organ-organ penyusun system ekskresi pada manusia

4.      Mendeskripsikan fungsi sitem ekskresi pada manusia

5.      Mendata contoh kelainan dan penyakit pada system ekskresi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasi.

IV.    Indikator

Pertemuan Pertama.

Peserta didik dapat :

1.      Menjelaskan pengertian ekskresi

2.      Menunjukkan macam organ penyusun system ekskresi pada manusia

3.      Menjelaskan bagia-bagian ginjal dan fungsinya.

4.      Menjelaskan proses pembentukan urin.

V. Materi Pembelajaran

System ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

VI. Metode Pembelajaran

Model     : CL

Model     : Diskusi

VII. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama  : 2 x 40 menit

1.      Kegiatan Pendahuluan

Apersepsi dan motivasi

  • Sistem metabolisme pada manusia berupa apa saja ?
  • Mengapa kalau didaerah panas kita lebih banyak berkeringat ?
  • Ada berapa organ ekskresi pada manusia ?

2.      Kegiatan Inti

a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa.

b.      Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c.       Guru membimbing kelompok belajar pada saat mengerjakan tugas

d.      Mempersentasikan hasil belajar kelompok

3.      Kegiatan Penutup

a.       Memberi penghargaan pada hasil belajar kelompok terbaik.

b.      Guru bersama peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan.

Pertemuan Kedua       : 3 x 40 menit

i.      Kegiatan Pendahuluan

Apersepsi dan motivasi

a.       Apakah fungsi ginjal ?

b.      Mengapa disaat olah raga kita merasa panas.

ii.      Kegiatan inti

a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa.

b.      Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c.       Guru membimbing kelompok belajar pada saat mengerjakan tugas

d.      Memperesentasikan hasil belajar kelompok

iii.      Kegiatan Penutup

a.       Memberi penghargaan pada hasil belajar kelompok terbaik.

b.      Guru bersama peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan.

VIII. Sumber Belajar

  • Buku paket siswa
  • LKS
  • Buku referensi

IX. Penilian

1.      Teknik Pelatihan      : – Tes tertulis

-  Penugasan

2.      Bentuk instrument   : uraian

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KD. 1.2

Satuan Pendidikan                        : MTs Negeri

Kelas / Semester                : IX / (satu)

Mata Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Alam

Alokasi Waktu                  : 3 Jam Pelajaran

I. Standar Kompetensi

1.  memahamiberbagai system dalam kehidupan manusia

II. Kompetensi Dasar

1.2  Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan          sistem reproduksi pada manusia

III. Indikator

1.      Menyebutkan macam organ penyusun system reproduksi pada manusia

2.      Mendeskripsikan fungsi sistem reproduksi

3.      Menuliskan artikel tentang tentang cara penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan system reproduksi

4.      Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ system reproduksi

IV.   Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat :

1.      Menyebutkan organ penyusun system reproduksi pada wanita

2.      Menyebutkan organ penyususn system reproduksi pada pria

3.      menjelaskan fungsi ovarium dan oviduk

4.      Menjelaskan fungsi rahim/uterus

5.      Menjelaskan fungsi tes-tes dan vasdeferen

6.      Menulis artikel tentang cara penularan dan pencegahan penyakit berhubungan dengan system reproduksi

V. Materi Pelajaran

Model     : CL

Model     : Diskusi

VI. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama  : 2 x 40 menit

1.      Kegiatan Pendahuluan

Apersepsi dan motivasi

§  Apa tujuan reproduksi?

§  Terdiri atasapa sajakah organ reproduksi manusia?

2.  Kegiatan Inti

a.  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa

b.  Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c.  Guru membimbing kelompok belajar pada saat mengerjakan LKS

d.  Mempersentasikan hasil belajar kelmpok

3.  Kegiatan penutup

§  Memberi penghargaan pada hasil belajar kelompok terbaik

§  Guru bersama peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan

Pertemuan Kedua          ;  1 x 40 menit

1.  Kegiatan Pendahuluan  :

Apersepsi dan motivasi

2.  Kegiatan inti

a.  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa

b.  Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c. Guru membimbing siswa dalam berdiskusi tentang cara penularan dan                  pencegahan penyakit yang berhubungan dengan system reproduksi

d.  Mempresentasikan hasil belajar kelompok

3.      Kegiatan Penutup

§  Memberi penghargaan pada hasil belajar kelompok terbaik

§  Guru bersama peserta didik membuatrangkuman / kesimpulan

VII   Sumber Belajar

Buku paket siswa

§  LKS

§  Buku refrensi

§  Lingkungan

§  CArta / torsa

VIII  Penilaian

1.  Teknik penilaian        :  Test tertulis

Non test

2.  Bentuk instrument    :  -  Pilihan ganda

-  Uraian

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Kd 1.3

Satuan Pendidikan                  :  MTs Negeri

Kelas/Semester                        :  IX / 1 (satu)

Mata Pelajaran                        :  Ilmu Pengetahuan Alam

Alokasi waktu                         :  4 Jam Pelajaran

I. Standar Kompetensi

1.      Memahami Berbagai sistem dalam kehidupan manusia

II. Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan system kordasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

III. Indikator

1.      Mendefenisikan pengertian system koordinasi

2.      Menunjukkan bagian-bagian penyususn sel syaraf

3.      Membandingkan organ penyususn system syaraf manusia

4.      Menunjukkan bagian-bagian indera dan fungsinya

5.      Mendata cotoh kelaian penyakit pada alat indera yang bias dijumpai pada kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya

IV. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat  :

1.      Mendefenisikan pengertian sitem koordinasi

2.      menunjukkan bagian-bagian penyususn sel saraf

3.      membandingkan organ penyususn system saraf manusia

4.      menunjukkan bagian-bagian indera dan fungsinya

5.      Menyebutkan 3 macam kelainan dan penyakit pada indera mata

6.      Menyebutkan 3 macam penyakit pada indera kulit

V. Meteri Pelajaran

Sistem koodinasi dan alat pada manusia dan hubungannya dan hubungannya dengan kesehatan

VI. Metode Pembelajaran

Model     :  CL

Metode   :  Diskusi

VII   Langkah-langkah Kegiatan

Pertemuan Pertama  :  2 X 40 Menit

1.      Kegitan Pendahuluan  :

Apersepsi dan motivasi

§  Mengapa ketika mata kemasukan sesuatu secara refleks akan memajamkan mata  ?

§  Mengapa manusia mempunyai saraf

2.      Kegiatan inti

a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa

b.Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c. Guru membimbing kelompok belajar pada saat mengerjakan LKS

d.      Mempresentasikan hasil belajar kelompak

3.      Kegiatan Penutup

§  Memberi penghargaan pada hasil belajar kelompok terbaik

§  Guru bersama peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan

Pertemuan kedua  :  2x  40 menit

1.      Kegiatan pendahuluan

Apersepsi dan motivasi

§  Mengapa manusia dapat melihat, mendengar dan mencium ?

§  Mengapa manusia mempunyai alat indera  ?

2.  Kegiatan inti

a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa

b.      Guru menorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c.       Guru membimbing kelompok belajar dalam mengerjakan LKS

d.      Memperesentasikan hasil belajar kelompok

3.  Kegiatan Penutup

§  Memberi penghargaan pada hasil belajar kelompok terbaik

§  Guru bersama peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan Pendidikan      : MTs Negeri

Mata Pelajaran            :  IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas/Smester             :  IX / I (satu)

I. Standar Kompetensi

2.      Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup

II. Kompetensi Dasar

2.1.1     Mengidentifikasi kelngsungan hidup makhluk hidup melalui             adaptasi,  seleksi alam, dan perkembangbiakan

III. Indikator

1.         Adaptasi pada beberapa hewan dan tumbuhan dengan cirri-ciri khusus yang dimiliki

2.         memprediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam

3.         mendata contoh hewan dan tumbuhan yang hamper punah

4.         Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup

Alokasi Waktu 4 x 40 menit (2 x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu  :

1.      Menyebutkan factor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup

2.      Menjelaskan macam  adpatasi

3.      Menjelaskan contoh-contoh adaptasi

4.      Menjelaskan hubungan antara seleksi alam, adaptasi, dan evolusi

5.      Menyebutkan hewan dan tumbuhan yang hampir punah

6.      Menjelaskan tujuan perkembangbiakan

7.      Membandingkan tingkat reproduksi makhluk hidup

8.      Menyebutkan contoh makhluk hidup tingkat reproduksi tinggi dan tingkat reproduksi rendah

B. Materi Pembelajaran

1.      Faktor-faktor yang mempenaruhi kelangsungan hidup makhluk hiup

2.      3 macam adaptasi

3.      Contoh-contoh adaptasi

4.      Hubungan antara seleksi alam, adaptasi, dan evolusi

5.      Huwan dan tumbuhan yang hamper punah

6.      Tujuan perkembangbiakan

7.      Tingkat reproduksi makhluk hidup

8.      Contoh makhluk hidup tingkat reproduksi tinggi dan tingkat reproduksi rendah

C. Metode pembelajaran  :

1.      Model  :

  • Diree Instruksional (DI)
  • Koopreratif Learning

2.  Metode  :

  • Pengamatan/Observasi
  • Diskusi informasi

D. Langkah-langkah Kegiatan

1.  Pertemuan pertama

a.       Kegiatan pendahuluan

  • Motivasi 1.  Menanyakan pada peserta didik coba jelasan                           perbedaan  pengaruh paruh ayam dan peruh bebek ?

2.  Apa yang tampak pada peserta didik perbedaanya ?

  • Pengetahuan Prasarat : Siswa di tugaskan membaca tentang kelangsungan hidup

b.      Kegiatan inti  :

  • Guru mengarahkan jawaban pertanyaan dengan meminta peserta didik untuk membuka dan membaca buku siswa
  • Guru memberikan informasi tentang adaptasi dan contoh
  • Guru membimbing peserta didik dalam melakukan pengamatan pada tumbuhan  :  kaktus,  eceng gondok, hydrilla, keladi, kangkung, teratai dan pinus
  • Guru membimbing peserta didik dalam melakukan pengamatan gambar bentuk paruh dan bentuk kaki pada burung
  • Guru meminta peserta didik mengerjakan LKS yang sudah disiapkan oleh guru

c.  Kegiatan Penutup

  • Guru beserta didik mendiskusikan hasil pengamatan
  • Membimbing siswa merangkum pelajaran
  • Uji Kompetensi Lisan

Mengapa paruh burung itu bias berbeda-beda bentuknya  !

2.  Pertemuan Kedua

a.  Kegiatan pendahuluan

  • Motivasi  :  Menanyakan pada peserta didik pernakah melihat hewan komodo ? dimana?
  • Pengetahuan Prasarat  :  guru menjelaskan hewan komodo hidup pada tempat tertentu (endemic)

b.  Kegiatan Inti

  • Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok
  • Guru mengarahkan jawaban pertanyaan dengan meminta peserta didik untuk membuka dan membaca buku siswa
  • Secara kelompok peserta didik mendiskusikan  :
  • Tumbuhan dan hewan yang hamper punah
  • Tujuan perkembangbiakan
  • Tingkat/reproduksi pada makhluk hidup
  • Contoh mahkluk hidup yang tingkat reproduksinya tinggi dan rendah
  • Peserta didik menuliskan hasil diskusi secara kelompok
  • Peserta didik membacakan hasil diskusi didepan kelas

c.       Kegiatan Penutup

  • Peserta didik menpresentasikan hasil kerja kelompoknya
  • Memberi penghargaan pada kelompok dengan kerja baik
  • Membimbing siswa merangkum pelajaran

E. Sumber Belajar

1.      Buku Siwa

2.      LKS

3.      Buku yang relevan

Bahan observasi  :  -  Gambar berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung

- tumbuhan  :  kaktus,  eceng gondok, hydrilla, keladi,                                     kangkung, teratai dan pinus

F.  Penilaian

1.  Teknik penilaian dan bentuk instrument

Teknik Bentuk instrument
Isian
Test Tulis PG

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan Pendidikan : MTs Negeri

Mata Pelajaran             :  IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas/Smester              :  IX / I (satu)

Standar Kompetensi

2.      Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup

Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup

Indikator

1.      Mendeskripsikan materi ginetis yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat (gen krmosom)

2.      membedakan pengertian sifat resesif dominant dan inter mediat

Alokasi waktu  :   4 x 40 menit  (2 x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran  :

Peserta didik mampu  :

1.      Menyebutkan materi genetic yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat

2.      Menunjukkan bagian-bagian kromosom

3.      menunjukkan letak gen pada kromosom

4.      Menjelaskan bahwa jumlah kromosom setiap mahkluk hidup berbeda

5.      menjelaskan istilah-istilah dalam penurunan sifat

6.      Menjelaskan pengetian sifat resesif, dominant dan intermediet

7.      memberikan contoh sifat resesif, domnan dan intermediet

B. Materi Pembelajara

1.      Menyebutkan materi genetic yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat

2.      Menunjukkan bagian-bagian kromosom

3.      menunjukkan letak gen pada kromosom

4.      Menjelaskan bahwa jumlah kromosom setiap mahkluk hidup berbeda

5.      menjelaskan istilah-istilah dalam penurunan sifat

6.      Menjelaskan pengetian sifat resesif, dominant dan intermediet

7.      memberikan contoh sifat resesif, domnan dan intermediet

C. Metode Pembelajran

1.      model  :

  • Diree Instruksional (DI)

2.  Metode

  • Pengamatan/Observasi
  • Diskusi informasi

D. Langkah-langkah Kegiatan  :

1.  Pertemuan pertama

a.       Kegiatan Pendahuluan

  • Motivasi  :  Rambut kamu mirip siapa ? Mirip ayah atau ibumu ?
  • Pengatuhuan Prasarat  :  siswa ditugaskan mengamati sifat ayah dan ibu masing –masing peserta didik yang diturunkan kepeserta didik

b.  Kegiatan inti

  • Guru menyuruh peserta didik mengamati sifat atau ciri pada ayah dan ibu yang menurun pada peserta didik
  • Guru menyuruh masing-masing peserta didik mengisikan data pada LKS
  • Guru membimbing  peserta didik dalam melakukan pengamatan tentang kromosom
  • Guru memberikan informasi letak gen dalam kromosom dan jumlah kromosom setiap makhluk hidup
  • Guru memberikan istilah-istilah penurunan sifat

c.  Kegiatan Penutup

  • Guru beserta peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan
  • Membimbing siswa merangkum pelajaran

2.  Pertemuan Kedua

a. Kegiatan Pendahuluan

  • Motivasi : Jika sifat atau ciri-cirimu tidak dimiliki oleh kedua orang tuamu. Apa sebabnya? Disebut apakah itu?
  • Pengetahuan Prasarat : guru menjelaskan sebab sifat atau cirri siswa yang tidak dimiliki oleh kedua orang tua peserta didik.

b. Kegiatan inti

  • Guru membimbing peserta didik untuk melihat hasil pengamatan peserta didik.
  • Guru dan peserta didik mendiskusikan sifat yang tampak pada peserta didik yang diturunkan dari kedua orang tua (dominan) dan yang tidak tampak pada peserta didik (resesi) dan gabungan sisafat dari kedua orang tua peserta didik (intermediet).
  • Guru memberiakan informasi pengertian sifat resesif , dominant dan intermediet.
  • Guru membimbing peserta didik untuk membuatt sifat resesif, dominant dan intermediet.

c. Kegiatan Penutup

  • Guru menuliskan angkuman di papan tulis dan peserta didik menulis dibuku catatn
  • Guru memberikaan tes kepada didik.

E. Sumber Belajar

1.      Buku Siswa

2.      LKS

3.      Buku yang relevan

Bahan observasi : Lingkungan keluarga masing-masing peserta didik.

F. Penilaian

    1. Teknik penilaian dan bentuk instrument
Teknik penilaian Bentuk instrument
Tes tulisan Uraian

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah        : MTs Negeri

Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas/Semester : IX/1 (SATU)

Standar Kompetensi

2.      Memahami Kalansungan Hidup Makhluk Hidup

Kompetensi Dasar :

Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penerapannya.

Indicator :

1.      Menentukan gamet dari genotip tetua/induk

2.      Menentukan rasio hasil persilangan monoohibrida dan dihibrida melalui bagan.

3.      Memprediksi filial pada beberapa contoh pewarisan sifat.

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu :

1.      Menunjukkan gamet dari genotip induk

2.      Menunjukkan gamet dari fenotip induk

3.      Menjelaskan persilangan monohibrid dengan sifat dominan

4.      Menjelaskan persilangan mono hibrid dan intermediet.

5.      Menjelaskan persilangan hybrid dengan sifat dominant.

B. Materi Pembelajaran :

1.      Gamet dari genotip induk

2.      Gamet dari fenotip induk

3.      Persilangan monohybrid dengan sifat dominant.

4.      Persilangan monohybrid dengan sifat intermediet.

5.      Persilangan hybrid denganm sifat dominant.

C. Metode Pembelajaran :

1.      Model :

  • Direc Instruktional (DI)
  • Kooperatif Learning

2.      Metode :

  • Diskusi informasi
  • Diskusi kelompok
  • Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan :

1.      Pertemuan pertama :

a.       Kegiatan pendahuluan

  • Motivasi : 1. Bunga memiliki warna beraneka ragam. Contohnya bunga mawar. Ada yang berwarna merah dan putih. Bagaimana jika bunga merah dikawin silangkan dengan bunga putih.?
  • Pengetahuan prasyarat : Peserta didik telah mengetahui sifat dominant.

b.      Kegiatan inti

  • Guru membagi peserta didik kedalam kelompok.
  • Guru membegikan kancing genetika pada masing –masing kelompok dan menyuruh peserta didik untuk menutup mata.
  • Guru memberikan informasi tentang gamet dari genotip induk.
  • Guru memberikan informasi tentang gamet dari fenotip induk.
  • Guru memberikan informasi tentang persilangan monohybrid dengan sifat dominant.
  • Guru memberikan informasi tentang persilangan monohybrid dengan sifat intermediet.

c.       Kegiatan penutup

  • Guru beserta peserta didik mendiskusikan hasil kerja masing-masing kelompok.
  • Membimbing siswa merangkum pelajaran.

- Guru memberikan siswa menerangkan tugas rumah berupa latihan so’al.

2.      Pertemuan kedua :

a.       Kegiatan pendahuluan

  • Motivasi : bagaimana mendapatkan padi dengan varietas tinggi.
  • Pengetahuan prasyarat : peserta didik telah mengetahui persilangan monohybrid.

b.      Kegiatan inti

  • Guru memberikan informasi tentang persilangan hybrid.

c.       Kegiatan Penutup

  • Guru memberikan latihan soal-soal tentang persilangan hybrid
  • Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal-soal.

E. Sumber Belajar :

1.      Buku siswa

2.      LKS

3.      Buku yang relevan

4.      Kancing Genetik

F. Penilaian :

1.      Teknik penilaian dan Bentuk Instrumen

Teknik Bentuk instrument
Tes tuli Uraian

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah           : MTs Negeri

Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas/Semester : IX/1 (SATU)

Standar Kompetensi

2.      Memahami Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

Kompetensi Dasar :

Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan.

Indicator :

1.      Mendefenisikan pengertian bioteknologi

2.      Mendeskripsikan keuntungan  pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan

3.      Mendata produk-produk bioteknologi konvensional dan dan moderen dilingkungan sekitarnya.

4.      Membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu :

1. Menjelaskan pengertian bioteknologi.

2. Menyebutkan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan.

3. Menyebutkan contoh produk bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari

4. Membuat produk bioteknologi sederhana seperti membuat tape dari ketan dan singkong.

B. Materi Pembelajaran :

1.      Pengertian bioteknologi

2.      Keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.

3.      Contoh produk bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.

4.      Produk bioteknologi sederhana seperti mambuat tape dari ketan dan singkong.

C. Metode Pembelajaran :

1.      Model :

  • Kooperatif learning.

2.      Metode :

  • Eksperimen
  • Diskusi kelompok

D. Langkah-langkah Kegiatan :

1. Pertemuan Pertama

1.      Kegiatan Pendahuluan

Motivasi : 1. Pernahkah kamu makan nara de coco tape.?

  • Pengetahuan prasyarat : siswa ditugaskan membuat tape dirumah.

2.      Kegiatan Pendahuluan

  • Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
  • Secara berkelompok peserta didik mendiskusikan pengertian bioteknologi, keuntungan pemanfaatan bioteknologi dan contoh-contoh produk bioteknologi konvensional dan moderen dari lingkungan.
  • Peserta didik membuat kesimpulan sementara.
  • Peserta didik melakukan presentasi ke depan kelas dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk bertanya.

3.      Kegiatan penutup

  • Guru beserta peserta didik membuat kesimpulan/rangkuman hasil belajar.
  • Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap materi yang baru sajadipelajari.
  • Guru memberikan tugas membuat tape.

2. Pertemuan kedua

a.       Kegiatan Pendahuluan

  • Motivasi : Siapa yang sudah tahu cara pembuatan tape?
  • Pengetahuan Prasyarat : guru menjelaskan membuat tape menggunakan Ragi

b.      Kegiatan inti :

  • Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.
  • Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjelaskan cara pembuatan tape.
  • Peserta didik memberi informasi kepada peserta lainnya.
  • Peserta didik memberikan  pertanyaan kepada peserta didik yang memberikan informasi.

c.       Kegiatan Penutup :

  • Peserta didik dan guru membuat kesimpulan cara pembuatan tape.
  • Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat tape.

E. Sumber Belajar

1.      Buku Siswa

2.      LKS

3.      Buku yang relevan

4.      Alat dan bahan untuk membuat tape

F. Penilaian

1. Teknik penilaian dan bentuk instrument

Teknik Bentuk instrument
Tes tulis Isisn

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )  KD. 3.1

Sekolah : MTs Negeri

Mata Pelajaran            : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas/Semester            : IX/1 (SATU)

I. Standar Kompetensi

3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

II. Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari

III. Indikator

1.      Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik bila ditetapkan dengan cara tertentu.

2.      Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik.

3.      Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat  muatan listrik.

4.      Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta jarak antara  benda bermuatan listrik.

IV. Tujuan Pembelajaran

1.      Menjelaskan bahwa benda dapat bermuatan listrik

2.      Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrtik.

3.      Menjelaskan sifat-sifat muatan listrik.

4.      Menjelaskan rumus hokum coulomb

V. Materi Pelajaran : Listrik Statis

VI. Metode Pembelajaran

1.      Model           : – Direc Intruction (DI)

- Kooperatif Learning

2.      Metode         : – Diskusi Kelompok

- Eksperimen

VII. Langkah-langkah

A.    Pendahuluan

v  Prasyarat

v  Motifsi : Menjaga kipas angina dapat berputar

B.     Kegiatan Inti

1.      Guru mendemonstrasikan cara menggosok penggaris dengan kain wol (ramput)

2.      Masing-masing kelompok melakukan percobaan untuk menunjukkan sifat muatan listrik.

3.      Siswa mendiskusikan hasil percobaan dan menuliskan data kedalam LKS

4.      Guru memberi informasi tentang Hukum Coulumb.

C.     Kegiatan Penutup

v  Guru bersama peserta didik mebuat rangkuman

v  Guru memberi latihan tentang hokum coulomb.

v  Guru memberi tugas rumahnya.

VIII. Sumber Belajar

v  Buku IPA

v  LKS

v  Alat-alat praktikum

IX. Penilaian Hasil Belajar

a.         Teknik Penilaian

v Tes tertulis

v Tes unjuk kerja

b.      Bentuk Instrumen

v Isian dan PGS

v Uji petik kerja prosedur

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)         KD  3.2

Nama Sekolah             :  MTs Negeri

Mata Pelajaran            :  IPA

Kelas/Semester            :  IX/I

Alokasi waktu             :  10 X 40’

I. Standar Kompetensi

3.  Memahami konsep kelistrikan dan penerapnnya dalam kehidupan sehari-hari

II. Kompetensi Dasar

Menganalisa percobaan listrik dinamis dalam satu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

III. Indikator

1.      Menjelaskan konsep arus listrik dan perbedaan potensial listrik

2.      Membuat rangkaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun parallel

3.      Membuat data kuat arus dan beda potensial potenssial listrik dalam bentuk table dan grafik

4.      Menyelidiki hubungan antara arus listrik danbeda potensial dalam satu rangkaian (hokum Ohm)

5.      Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis (konduktor, semikonduktor, dan isolator

6.         Menggunakan Hukum I Kirchoffuntuk menhitung V dan I dalam rangkaian

7.         Menhitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan parallel

IV. Tujuan  Pembelajaran

1.      Mendefinisikan arus listrik

2.      Menghitung besarnya kuat arus (I=Q/t)

3.      mendefinisikan beda potensial listrik

4.      menghitung besarnya beda potensial listrik (V=W/Q)

5.      Membuat rangkaian listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun parallel

6.      menghitung besarnya kuat arus dan beda potensial listrik

7.      membuat grafik hubungan antara kuat arus dan beda potensial listrik

8.      Menyebutkan bunyi hokum Ohm

9.      Mendefenisikan hambatan

10.  Menerapkan  rumus V= I.R

11.  Mendefenisikan konduktor, semikonduktor, da isolator

12.  Menyebutkan bunyi hokum kirchoff I

13.  menetukan besarnya arus pada rangkain bercabang ((hokum kirchoff I)

14.  Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan parallel

V. Materi Pelajaran

Listrik Dinamis

VI. Metode Pembelajaran

1.  Model            :  -  Direct Intruction     -  kooperatif learning

2.  Metode          :  -  Diskusi kelompok   -  Eksprimen

VII. Langkah-langkah

1.      Pertemuan I (2 x 40’)

A.  Pendahuluan

  • Prasyarat  :  Apakah yang dimaksud dengan listrik  ?
  • Motivasi   :  Mengapa jika saklar dihidupkan lampu dapat menyala ?

Apakah arus listrik itu ?

B.     Kegiatan Inti

1. Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok

2.  Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari definisi arus listrik dan beda potensial dengan membaca buku siswa

3. Guru menginformasikan rumus I = Q/t  V =  W / Q

4.  Peserta didik melakukan eksprimen sederhana membuat rangkain listrik dengan panduan LKS

5.   Guru membimbing peserta didik dalam kerja kelompok

C.  Penutup

1.  Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan

2.  Guru memberi tugas latihan soal-soal tentang I dan IV

2.      Pertemuan II (2 x 40’)

A.  Pendahuluan

  • Motivasi       :  apakah yang dimaksud dengan kuat arus dan beda potensial                         ?  Bagaimanakah cara mengukurnya?

B.    Kegiatan Inti

1.   Guru menginformasikan cara mengukur I dan V dengan alat ukur (Amperemeter dan Voltmeter)

2.   Peserta didik melakukan eksprimen untuk menyelidiki hubungan I dan V dalam rangkaian dengan panduan LKS

3.   Guru membimbing peserta didik dalam kerja kelompok

4.   Guru memberikan penekanan tentang hokum Ohm (v=I.R)

C.  Penutup

1.  Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan

2.     Guru memberi tugas latihan soal-soal tentang hokum Ohm (V=I.R)

3.      Pertemuan ke III (3 x 40’)

A.  Pendahhuluan

  • Motivasi            :  Bagaimanakah hubungan antara I dan V? Apakah yang                               dimaksud dengan hambatan?

B.     Kegiatan Inti

1.     Guru mengarahkan peserta didik untuk menemukan teori tentang hambatan dan beberapa jenis bahan (konduktor, semikonduktor, isolator)

2.     Guru beserta peserta didik melakukan Tanya Jawab tentang hasil studi pustaka

3.     Peserta didik melakukan eksprimen sederhana tentang hokum kirchoff I dengan LKS

4.     Peserta didik mengelola data dan menjawab LKS

5.     Salah satu kelompok mempresentasikan hasil eksprimennya

C.     Penutup

1.     Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman

2.     Guru menginformasikan penyelesaian contoh soal penerapan hokum Kirchoff I

3.     Guru memberi soal-soal latihanHUkum kirchhoff I

4.      Pertemuan ke IV (3X 40’)

A.  Pendahuluan

  • Motivasi       :  Bagaimana susunan batrai pada senter ? Bagaimana cara                           mengetahui besar hambatannya

B.    kegiatan Inti

1.      Guru menginformasikan tentang hambatan yang disusun seri dan parallel (hambatan pengganti)

2.      Guru memberikan contoh penyelesaian contoh soal

3.      Peserta didik menyelesaikan soal-soal latihan.

4.      Guru beserta peserta didik membahas soal-soal latihan

C.    Penutup

1.      Guru memberi tugas  latihan soal-soal tentang hambatan seri dan parallel

VIII. Sumber Belajar

  • Buku IPA
  • LKS
  • Alat-alat praktikum (kit listrik)

IX     Penilaian hasil Belajar

Ø  Teknik Penilaian

  • Test tertulis
  • Tes unjuk kerja

Ø  Bentuk Instrumen

  • Isian, Pilihan Ganda dan Uraian
  • Instrumen (terlampir)
  • Uji petik kerja prosedur dan produk

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)

Nama Sekolah             :  MTs Negeri

Mata Pelajaran            :  IPA

Kelas/Semester            :  IX/I

Alokasi waktu             :  3 X 40’

I. Standar Kompetensi

3.  Memahami konsep kelistrikan dan penerapnnya dalam kehidupan sehari-hari

II. Kompetensi dasar

3.2       Mendiskripsikan Prinsip kerja Elemen dan Arus Listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

III. Indikator

1.      Menjelaskan Gaya Gerak listrik (GGL) sumber arus listrik

2.      Menjelaskan sususnan dan cara kerja elemen listrik primer dan sekunder

3.      Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai)

IV. Tujuan Pembelajaran

1.      Membedakan GGL dan teganagn jepit

2.      Menyebutkan macam-macam elemen/sumber tegangan

3.      Menjelaskan susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan sekunder

4.      Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai)

V. Materi Pelajaran

Arus Listrik (GGL dan tegangan jepit)

VI. Metoda Pembelajaran

1.  Model            :  -  Direct Intruction     -  kooperatif learning

2.  Metode          :  -  Diskusi kelompok   -  Eksprimen

VII. Langkah-langkah

A.  Pendahuluan

  • Motivasi             : Apakah yang dimaksud dengan beda potensial ?

Bagaimanakah besarnya beda potensial pada 2 buah baterai?

B.     Kegiatan Inti

1.      Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok

2.      Guru mengarahkan peserta didik menemukan teori tentang GGL, susunan elemen listrik dan cara kerja elemen listrik melalui kajian pustaka

3.      Peserta didik melakukan eksprimen mengukur tegangan GGL dan tegangan jepit dengan panduan LKS

C.  Penutup

1.  Guru bersama peserta didik membuat Rangkuman

2.  Guru memberi pertenyaan untuk mengetahui daya serap siswa

VIII. Sumber Belajar

  • Buku IPA
  • LKS
  • Alat-Alat pratikum (Kit Listrik)

IX. Penilaian Hasil Belajar

v  Teknik Penilaian

  • Tes tertulis
  • Tes unjuk kerja

v  Bentuk Eksprimen

  • Uraian
  • Uji petik kerja prosedur dan produk

v  Instrumen

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan GGL dan tegangan jepit !

2.      Uraikan bagaimana prinsep kerja elemen listrik (primer sekunder)

3.      Ukurlah besar beda potensial pada GGL dan tegangan jepit  !

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)         KD  3.2

Nama Sekolah             :  MTs Negeri

Mata Pelajaran            :  IPA

Kelas/Semester            :  IX/I

Alokasi waktu             :  6 X 40

I. Standar Kompetensi

3.  Memahami konsep kelistrikan dan penerapnnya dalam kehidupan sehari-hari

II. Kompetensi dasar

3.2  Mendiskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-sehari

III. Indikator

1.      Menjelaskan hubungan antara Vdengan energi listrik yang digunakan

2.      Menjelaskan hubungan antara daya listrik, energi listrik dan satuannya (KEh dan Joule)

3.      Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan dan penggunaan listrik rumah tangga berdasarkan angka yang tertera pada KWH meter

4.      Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain

5.      Mempraktekan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari dan mengemukakan alasannya

IV. Tujuan Pembelajaran

1.      Menjelaskan factor yang mempengaruhi besarnya energi listrik yang digunakan.

2.      menerapkan rumus W = V.t

3.      Menerapkan rumus

4.      Mendefinisikan daya listrik

5.      menghitung besarnya energi dan daya listrik yang digunakan dalam rumah tangga berdasarkan angka yang tertera pada KWh meter

6.      memberikan contoh perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain

7.      memberikan contoh penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari

V. Materi Pelajaran

Energi dan listrik

VI. Metoda Pembelajaran

1.  Model            :  -  Direct Intruction     -  kooperatif learning

2.  Metode          :  -  Diskusi kelompok   -  Eksprimen

VII. Langkah-langkah

1.      Pertemuan I (2x 40’)

A.    Pendahuluan

  • Motivasi                   :  Apakah listrik merupakan energi ?  Faktor apa                                       sajakah yang  menentukan besarnya energi listrik                                       yang digunakan ?

B.     Kegiatan Inti

1.      Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok

2.      Guru membagikan LKS (energi Listrik) dan peserta didik beekrja sesuai dengan panduan LKS

3.      Guru membimbing peserta didik dalam kerja kelompok

C.     Penutup

1.      Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan

2.      Guru menginformasikan cara penyelesaian contoh soal

3.      Guru memberi tugas latihan soal-soal tentang energi listrik

2.      Pertemuan II (2 X 40’)

A.  Pendahuluan

  • Prasarat        :  Faktor apa yang menentukan besarnya energi listrik yang                          digunakan?
  • Motivasi       :  Pada sebuah lampu pijar tertulis 25 watt, apakah artinya

B.     Kegiatan inti

1.      Guru menginformasikan tentang daya listrik dan cara menghitung rekening listrik

2.      Guru memberikan penyelesaian soal

3.      Peserta didik menyelesaikan soal-soal latihan

6.      Guru bersama peserta didik membahas soal latihan

C.     Penutup

Guru memberi tugas latihan soal-soal dan menghitung penggunaan listrik yang terpakai selama 1 bulan dengan elihat KWh meter dirimah siswa masing-masing

3.  Pertemuan III (2 x 40’)

A. Pendahulaun

  • Motivasi       :  Mengapa jika kita beraktifitas dikamar padamalam hari                           lampu sebaiknya dimatikan?

B.   Kegiatan Inti

1.      Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok

2.      Guru mengarahkanpeserta didik untukmembuat laporan tentangcontoh-contoh perubahan energi listrik dan cara penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari selalui studi pustaka

3.      Peserta didik melakukan eksprimen sederhana tentang hukum Kirchhoff I dan panduan LKS

4.      Salah satu kelompok mempresentasikan laporan kelompoknya

5.      Guru memberikan penghargaan

C.   Penutup

1.   Guru bersama peserta didik membuat rangkuman

2.   Guru memberi Post Tes

VIII. Sumber Belajar

  • Buku IPA
  • LKS
  • Alat-Alat pratikum

IX. Penilaian hasil Belajar

v  Teknik Penilain

  • Testertulis
  • Tes unjuk kerja

v  Bentuk Instrumen

  • Pilihan gada dan uraian
  • Uji petik kerja

v  Instrumen

Pertemuan I

1.      Sebuah lampu 2,5 V 0,25 A menyala selam 10 menitenergi listrik yang digunakan sebesar ……….

2.      Sebutkan factor yang mempengaruhi besarnya energi listrik yang digunakan !

3.      Setrika dengan hambatan 200  dipakais selama 30 menit dengan kuat arus yang mengalir 1.5 A berapakah energi listrik yang digunakan setrika tersebut ?

4.      lakukan percobaan untuk mengamati factor sebesar energi listrik yang digunakan ! 9Uji petik prosedur dan produk)

Pertemuan II

1.      banyaknya energi listrik yang diserap selam satu sekon disebut

a.  Usaha                  b.  daya                       c.  laju              d.  Energi

2.      1 KWh setara dengan ………..

a.  3,6  10  6 watt                                         c.  6,6  x  106 watt

b.  3,6  10  6 joule                                         d.  6,6  x  106 Volt Ampere

3.      Lampu pijar 75 watt / 125 volt dipasang pada tegangan yang tepat. Kuat arus yang mengalir pada lampu adalah………….

a.  0,19                     b.  0,34                        c.  0,6              d.  2,93

4.      Sebuah lampu tertulis 40 watt-220V menyala selama 10 menit

Itung  :  a.  kuat arus yang mengalir

b.      energi listrik yang digunakan

5.      Pada sebuah rumah terdapat 5 lampu masing-masing 10 watt menyala 5jam sehari, harga 1 kwh Rp 100. berapa biaya yang harus dibayar selam 1 bulan (30hari)

Pertemuan III

1.      Berilah 5 contoh alat listrik dan tentukan perubahan bentuk energi listrik yang terjadi?

2.      Berilah 3 cara yang dapat dilakukan untuk menghemat energi listrik dalam kehidupan sehari-hari

Pekanbaru 12 Juli 2010

Mengetahui                                                                         Guru Mata Pelajaran

Kepala MTsN Pekanbaru

Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd

NIP  19700416 198003 1 007                                             NIP. 19670524 199503 1 003

KTSP MTS

19 Jan
SISTEM EKSKRESI MANUSIA
A. RINGKASAN MATERI
Proses metabolisme di dalam tubuh makhluk hidup selain menghasilkan zat-zat yang bermanfaat, juga menghasilkan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
Proses pengeluaran zat sisa dari tubuh ada tiga cara, yaitu sekresi, ekskresi dan defekasi.
1.    Sekresi
Sekresi adalah proses pengeluaran zat yang berbentuk cairan oleh sel-sel atau kelenjar. Cairan tersebut dinamakan hormon dan enzim. Kedua cairan tersebut masih dimanfaatkan oleh tubuh.
2.    Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa yang tidak berguna lagi. Zat ini berbentuk cairan, contohnya urine, keringat dan air.
3.    Defekasi
Defekasi adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan melalui anus. Zat yang dikeluarkan berupa feses.
Alat-alat ekskresi manusia antara lain paru-paru, hati, ginjal dan kulit.
  • Ginjal
Ginjal atau ren berbentuk seperti biji kacang merah/kara. Ginjal terletak di kanan dan kiri tulang pinggang di dalam rongga perut. Ginjal berjumlah dua buah, berwarna merah keunguan, ginjal kiri terletak agak lebih tinggi daripada yang kanan.
Lapisan ginjal terluar disebut kulit ginjal atau korteks, sedangkan lapisan dalam disebut sumsum ginjal atau medula. Lapisan paling dalam berupa rongga yang disebut rongga ginjal atau pelvis renalis.
Satuan struktural yang fungsional terkecil dari ginjal disebut nefron. Tiap nefron terdiri atas badan malphigi yang tersusun atas kapsul Bowman, glomerulus, serta tubulus-tubulus yang terdiri atas tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul serta lengkung henle. Sebuah ginjal manusia terdiri atas kurang lebih 1 juta nefron.
Kapsul Bowman berdinding rangkap dengan glomerulus di dalam cekungan kapsulnya. Glomerulus merupakan untaian pembuluh kapiler darah yang dindingnya bertaut menjadi satu dengan  dinding kapsul Bowman. Sehingga merembeslah air serta zat-zat terlarut dalam darah ke dalam ruang kapsul Bowman. Glomerulus merupakan untaian kapiler darah dari arteriola eferen. Kapiler glomerulus bersatu kembali menjadi arteriola eferen dan membelit-belit mengelilingi tubulus kontortus proksimal (depan) lengkung henle dan tubulus kontortus distal (belakang). Kemudian bergabung menjadi vena renalis. Tubulus kontortus merupakan saluran untuk zat-zat yang telah disaring. Ada dua tubulus kontortus, yaitu proksimal bagian depan, dan distal bagian belakang. Lengkung henle merupakan saluran ginjal (tubulus) yang melengkung. Ada dua lengkung henle, yaitu lengkung henle ascendens bagian yang naik, dan descendens bagian yang turun.
Proses Pembentukan Urine
Proses pembentukan urine dalam ginjal dibagi menjadi tiga tahap, yaitu filtrasi (penyaringan) reabsorpsi (penyerapan kembali) dan augmentasi (pengumpulan).
1.    Filtrasi (penyaringan)
Filtrasi terjadi di kapsul Bowman dan glomerulus. Ketika darah masuk glomerulus, maka tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong air dan zat-zat lain menembus kapiler dan glomerulus menuju ke dalam ruang kapsul Bowman.
Hasil filtrasi glomerulus disebut filtrat glomerulus atau urine primer. Komposisi urine primer terdiri atas air, protein, glukosa, asam amino urea, dan ion-ion organik.
2.    Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan sebagian tubulus kontortus distal. Zat-zat yang diabsorpsi antara lain air, glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca2+, CI-, HCO3- dan HbO42- serta sebagian urea.
Hasil reabsorpsi berupa urine sekunder yang komposisinya mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urine.
3.    Augmentasi (pengumpulan)
Urine sekunder dari tubulus kontortus distal akan turun ke tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl- dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya. Dari tubulus pengumpul, urine dibawa ke pelvis renalis. Dari perlvis renalis urine mengalir melalui ureter menuju ke vesica urinaria (kandung kemih).
Banyak sedikitnya urine yang dikeluarkan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:
  1. Zat diuretik (seperti: kopi, teh, alkohol), menyebabkan reabsorpsi air tersumbat, sehingga urine meningkat.
  2. Suhu, jika suhu tubuh meningkat maka air akan dikeluarkan lewat kulit, sehingga volume air menurun.
  3. Konsentrasi air, jika konsentrasi air dalam darah berkurang maka volume urine juga berkurang.
Gangguan pada ginjal
a.    Batu Ginjal
Terbentuk karena pengendapan garam kalsium pada rongga ginjal, saluran ginjal atau kandung kemih.
b.    Glikosuria
Diketemukannya glukosa pada urine, ini menunjukkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
c.    Hematuria
Diketemukannya sel darah merah dalam urine disebabkan karena radang pada saluran urinaria atau gesekan batu ginjal.
d.    Diabetes insipidus
Jumlah urine yang dikeluarkan terlalu banyak karena kekurangan hormon ADH.
Dilihat dari banyaknya macam zat yang dikeluarkan, maka ginjal merupakan alat ekskresi utama.
Fungsi ginjal antara lain:
a.    Membuang sisa metabolisme dari tubuh
b.    Mengatur keseimbangan air dan garam dalam darah
c.    Membuang zat-zat berbahaya bagi tubuh, seperti obat-obatan, zat warna
d.    Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa, serta membuang kelebihan bahan makanan tertentu, seperti gula, vitamin.
Pembagian ginjal secara garis besar                             Bentuk ginjal dan posisinya dalam tubuh manusia
Irisan melintang struktur dalam ginjal
  • Paru-paru
Ekskret (hasil pengeluaran) paru-paru adalah CO2 dan H2O yang dihasilkan dari proses pernafasan. CO2 diangkut dengan dua cara, yaitu melalui plasma darah (± 15% CO2 larut dalam plasma darah) dan dalam bentuk ion HCO3-.
Darah dalam alveolus paru-paru mengikat O2 dan mengangkutnya ke jaringan. Dalam jaringan darah mengikat CO2 untuk dikeluarkan bersama H2O dalam bentuk uap air.
  • Hati
Hati mengeluarkan empedu. Empedu berupa cairan kehijauan, rasanya pahit, mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, bilirubin dan biliverdin.
Empedu disimpan dalam kantung empedu (vesika felea) dan dikeluarkan ke usus halus untuk membantu sistem pencernaan, misalnya:
1.    Memecahkan lemak
2.    Mengaktifkan lipase
3.    Mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang dapat larut dalam air
4.    Membantu daya absorpsi lemak pada dinding usus
Sel-sel histiosit pada hati bertugas merombak sel-sel darah merah. Hemoglobin dipecah menjadi zat besi, globin dan hemin. Zat besi dikembalikan ke sumsum tulang, globin untuk pembentukan Hb baru, hemin diubah menjadi zat warna empedu bilirubin dan biliverdin.
Jika pembuluh empedu tersumbat oleh batu empedu, maka warna feces akan menjadi cokelat abu-abu, sedangkan darah akan berwarna kuning karena empedu masuk ke peredaran darah (disebut penyakit kuning).
  • Kulit
Kulit (integumen) mengeluarkan peluh/keringat. Banyaknya keringat yang dihasilkan antara lain dipengaruhi oleh aktivitas tubuh, suhu lingkungan, makanan, keadaan kesehatan dan keadaan emosi. Keringat manusia tersusun dari air, garam NaCl, urea, asam.
Kulit terdiri atas:
1.    Epidermis/kulit ari
Bagian luar epidermis disebut stratum komeum/lapisan tanduk dan bagian dalam disebut lapisan malphigi. Stratum korneum merupakan jaringan mati dan tersusun oleh berlapis-lapis jaringan sel pipih. Lapisan ini sering mengelupas. Fungsi lapisan ini untuk melindungi sel-sel dibawahnya dan mencegah masuknya bibit penyakit. Lapisan malphigi terdiri atas sel-sel yang aktif dan menghasilkan pigmen melanin.
Selain itu terdapat stratum lusidum dan stratum granulosum yang berfungsi mengganti sel-sel dilapisan stratum korneum.
2.    Dermis/korium/kulit jangat
Di dalam dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar keringat (glanula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea).
Kelenjar keringat berupa pipa terpilin memanjang dari epidermis masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjar keringat menggulung dan dikelilingi oleh kapiler darah dan saraf. Dari kapiler darah inilah kelenjar keringat menyerap cairan jaringan dan dikeluarkan sebagai keringat.
Selain sebagai alat pengeluaran, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, tempat menyimpan cadangan makanan, pelindung untuk mengurangi hilangnya air dalam tubuh, melindungi tubuh dari gesekan, penyinaran, panas, kuman, serta sebagai alat indra.
Struktur kulit manusia
B. LATIHANBerilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!1.    Proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan makanan melalui anus disebut ….
  1. sekresi
  2. ekskresi
  3. defekasi
  4. metabolisme
2.    Lapisan ginjal terluar disebut ….
a.    medula
b.    pelvis renalis
c.    nefron
d.    korteks
3.    Jika konsentrasi air dalam darah berkurang, maka volume urine akan ….
a.    tetap
b.    berkurang
c.    bertambah
d.    stabil
4.    Pengendapan garam kalsium pada kandung kemih menyebabkan penyakit ….
a.    glikosuria
b.    hematuria
c.    diabetes insipidus
d.    batu ginjal
5.    Hasil pengeluaran dari paru-paru adalah ….
a.    CO2
b.    H2O
c.    O2 dan CO2
d.    CO2 dan H2O
6.    Darah berwarna kuning, tanda menderita penyakit ….
a.    hemofilia
b.    glikosuria
c.    kuning
d.    hematuria
7.    Pembuluh darah terdapat dalam ….
a.    epidermis
b.    dermis
c.    lapisan malphigi
d.    lapisan tanduk
8.    Komposisi keringat manusia tersusun atas ….
a.    air, garam, HCI, urea dan asam
b.    air, garam, NaCl, urea dan asam
c.    air, garam, NaCl, urea dan basa
d.    air, garam, NaCI dan urea
9.    Tempat menyimpan cadangan makanan, merupakan salah satu fungsi ….
a.    hati
b.    ginjal
c.    paru-paru
d.    kulit
10.  Kelenjar keringat menyerap cairan dan dikeluarkan sebagai ….
a.    H2O
b.    CO2
c.    keringat
d.    kotoran

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
A. RINGKASAN MATERI
Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai dari janin hingga manusia dewasa. Janin terbentuk dari pembuahan sel telur oleh spermatozoa. Sel telur dihasilkan oleh wanita dan spermatozoa dihasilkan oleh pria.
  • Organ-organ Reproduksi Pria
Alat reproduksi pria menghasilkan spermatozoa. Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua, yaitu:
1.    Alat kelamin dalam
Alat kelamin dalam terdiri atas:
a.    Testis
Testis berbentuk bulat telur, jumlahnya sepasang. Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon (testosteron).
b.    Saluran reproduksi
Saluran reproduksi terdiri atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan dan tempat penyimpanan sementara sperma. Saluran ini berkelok-kelok. Selanjutnya adalah vasa deferensia, yang merupakan kelanjutan epididimis, untuk mengangkut sperma ke vesikula seminalis vasa eferensia. Salah satu ujungnya berakhir di kelenjar prostat dan membentuk duktus ejakulatorius dan bermuara di uretra. Uretra merupakan saluran pengeluaran air seni dan sperma.
c.    Kelenjar kelamin
Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar kelamin. Kelenjar-kelenjar tersebut yaitu kelenjar prostat, vesikula seminalis dan kelenjar bulbouretral (cowper).
1)    Vesikula seminalis
Vesikula seminalis berjumlah sepasang dan terletak di atas dan di bawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari total semen. Cairan vesikula seminalis jernih, kental, untuk memberi makan sperma.
2)    Kelenjar prostat
Ukuran kelenjar prostat lebih besar dibanding kedua kelenjar yang lain. Cairan yang dihasilkan encer seperti susu dan bersifat alkalis.
3)    Kelenjar bulbouretral/kelenjar cowper
Jumlahnya sepasang, terletak di sepanjang uretra, cairannya kental dan disekresikan sebelum semen dan sperma keluar.
2.    Alat kelamin luar
Berupa penis yang fungsinya sebagai alat kopulasi
  • Organ-organ Reproduksi Wanita
Terdiri atas:
1.    Alat kelamin luar
Terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut:
a.    Labia mayora (bibir luar)
b.    Labia minora (bibir kecil/bibir dalam)
c.    Mons veneris, pertemuan kedua labia
d.    Klitoris, tonjolan kecil
e.    Orificium urethrae, muara saluran kencing
f.     Himen (selaput dara)
2.    Alat kelamin dalam
Terdiri atas:
a.    Indung telur/ovarium
Berjumlah sepasang terletak di rongga perut. Tempat pembentukan sel telur.
b.    Tuba falopii/oviduct
Berjumlah sepasang, berbentuk corong berjumbai-jumbai (fimbriae). Fimbriae berfungsi menangkap sel telur untuk dibawa ke rahim/uterus.
c.    Uterus/rahim
Rahim manusia hanya satu ruang, berotot dan tebal, panjang ± 7 cm dan lebar 4 – 5 cm. Bagian rahim yang besar disebut korpus uteri, bagian bawah yang mengecil disebut cervix uteri.
Rahim tersusun oleh tiga lapisan, yaitu perimetrium, miometrium dan endometrium. Endometrium akan mengelupas pada proses mentruasi jika tidak ada embrio yang ditanamkan.
d.    Vagina
Merupakan sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur kearah belakang dan atas. Dindingnya berlipat-lipat untuk memudahkan jalan kelahiran bayi.
  • Pembentukan Gamet/Sel Kelamin
Pembentukan gamet jantan disebut spermatogenesis, dan pembentukan gamet betina disebut oogenesis.
Spermatogenesis terjadi pada laki-laki setelah mengalami masa puber sampai seumur hidupnya. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus dalam testis. Sel-sel calon sperma (spermatogonia) melakukan pembelahan mitosis membentuk spermatosit primer. Kemudian membelah secara meiosis (meiosis I) membentuk dua spermatosit sekunder. Tiap spermatosit sekunder membelah secara meiosis (meiosis II) menghasilkan spermatid. Spermatid akan berkembang menjadi sel sperma.
Oogenesis terjadi di ovarium. Di ovarium telah tersedia calon-calon sel telur (oosit primer) sejak bayi lahir hingga pubertas. Oosit primer melakukan pembelahan meiosis dan menghasilkan oosit sekunder dan badan polar pertama. Jika pada saat ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi pembuahan, maka oosit sekunder akan membelah secara meiosis menjadi ootid dan badan polar kedua. Ootid berdiferensiasi menjadi ovum.
Pada wanita, sel telur hanya dikeluarkan sekali selama periode tertentu. Ovulasi pada wanita terjadi dalam siklus mentruasi.
  • Penyakit pada Sistem Reproduksi
1.    Infeksi bakteri
Bisa disebabkan oleh bakteri Neisseria gonnorrhoeae yang menyebabkan kencing nanah dan infeksi bakteri Treponema palidum yang menyebabkan sipilis.
2.    Iritasi saluran pengeluaran
Terjadi karena adanya batu ginjal atau batu kandung kemih yang keluar bersama urine.
3.    Kanker
Dapat terjadi pada rahim dan kelenjar prostat. Dalam stadium awal dapat disembuhkan. Tetapi jika terlambat maka untuk keselamatan, rahim harus diangkat.

B. LATIHAN
Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1.    Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut ….
a.    duktus epididimis
b.    tubulus seminiferus
c.    vesikula seminalis
d.    sel sertoli
2.    Vesikula seminalis berjumlah ….
a.    dua pasang
b.    sepasang
c.    tiga pasang
d.    empat pasang
3.    Yang berfungsi sebagai alat kopulasi adalah ….
a.    vesikula seminalis
b.    saluran reproduksi
c.    testis
d.    penis
4.    Klitoris disebut juga ….
a.    himen
b.    labia mayona
c.    labia minora
d.    kelentit
5.    Ovarium terletak di ….
a.    vagina
b.    rongga perut
c.    labia mayora
d.    labia minora
6.    Yang menghubungkan ovarium dengan uterus adalah ….
a.    oviduk
b.    serviks uteri
c.    endometrium
d.    perimetrium
7.    Saluran untuk mengangkut sperma ke kantung sperma adalah ….
a.    vasa deferensia
b.    sel sertoli
c.    kelenjar prostat
d.    vesikula seminalis
8.    Siklus mentruasi wanita dapat mencapai …. sekali
a.    10 hari
b.    20 hari
c.    5 hari
d.    28 hari
9.    Mentruasi disebut juga mens berasal dari bahasa ….
a.    Inggris
b.    Latin
c.    Arab
d.    Jerman
10.  Menses berarti ….
a.    hari
b.    minggu
c.    bulan
d.    tahun
SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA
A. RINGKASAN MATERI
  • Sistem Saraf
Semua penyebab terjadinya perubahan dalam tubuh atau bagian tubuh disebut rangsang. Alat yang mampu menerima rangsang disebut indra (reseptor). Rangsang bisa berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh.
Rangsang yang diterima reseptor akan dihantarkan ke sistem saraf pusat oleh neuron sensorik, dan tanggapan akan disampaikan oleh neuron motorik ke efektor, misalnya otot. Bagannya sebagai berikut:
Rangsangan → reseptor → neuron sensorik → saraf pusat → neuron motorik → efektor → tanggapan
  • Sel Saraf (Neuron)
Neuron merupakan kesatuan struktural dan fungsional sistem saraf. Neuron meliputi:
1.    Badan sel saraf
Mengandung inti sel yang besar, sitoplasma (neuroplasma)
2.    Serabut sel saraf
Terdiri atas:
a.    Dendrit, merupakan serabut saraf yang pendek, dan bercabang-cabang. Dendrit berfungsi untuk menerima impuls (rangsang) yang datang dari akson neuron lain untuk dibawa ke badan sel saraf.
b.    Neurit (akson), merupakan serabut yang panjang, umumnya tidak bercabang. Neurit berfungsi untuk meneruskan impuls dari badan sel saraf ke kelenjar dan serabut otot.
3.    Selubung sel saraf
Selubung sel saraf tersusun dari sel-sel lemak sehingga berwarna putih. Selubung ini dinamakan selubung mielin. Selubung mielin tersusun atas rangkaian sel-sel schwann. Pada pertemuan antara sel schwann satu dengan yang lain ada bagian akson yang tidak tertutup, dinamakan nodus ranvier, berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls.
Menurut struktur dan fungsinya neuron dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.    Neuron sensorik
Membawa rangsang ke sistem saraf pusat
2.    Neuron intermediet/interneuron
Menerima rangsang dari neuron sensorik atau neuron intermediet yang lain
3.    Neuron motorik
Membawa impuls dari saraf pusat ke efektor
Struktur badan sel (a) secara skematis dan                  Jenis-jenis neuron: (a) neuron sensori, (b) neuron
(b) dilihat dengan mikrograf elektron                           motor, dan (c) neuron intermediet
  • Gerak Refleks
Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan atau menyakitkan, misalnya bila kaki menginjak duri, secara otomatis kita akan melakukan gerakan yang tidak disadari.
Jalur perjalanan gerak refleks sebagai berikut:
Rangsangan → neuron sensorik → sumsum tulang belakang → neuron motorik → efektor
  • Susunan Sistem Saraf
Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak yang terbagi menjadi otak besar, otak tengah, otak kecil, sumsum sambung, jembatan varol dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar.
  • Sistem Saraf Pusat
Terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang
1.    Otak (encephalon)
Otak berada dalam tulang tengkorak dan diselubungi selaput meninges. Selaput meninges terdiri atas tiga lapisan, yaitu durameter (terluar), arachnoid (tengah), dan piameter (dalam)
Otak terbagi menjadi lima bagian, yaitu:
a.    Otak besar (cerebrum)
Otak besar permukaannya berlipat-lipat, mengandung ratusan juta neuron. Bagian luar (korteks) berwarna abu-abu disebut substansi grissea, bagian dalam (medula) berwarna putih disebut substansi alba. Substansi alba mengandung akson dan dendrit. Fungsi otak besar adalah mengendalikan kegiatan-kegiatan sadar, seperti belajar, berpikir, ingatan.
b.    Otak tengah (mesencephalon)
Fungsi otak tengah adalah mengendalikan penglihatan dan refleks pendengaran. Otak tengah bagian depan terdapat talamus dan bagian belakang terdapat hipotalamus. Talamus berfungsi memproses seluruh rangsangan. Sebelum disampaikan ke bagian lain otak serta melakukan persepsi terhadap rasa sakit dan menyenangkan. Hipotalamus merupakan pusat koordinasi sistem saraf autonom (tak sadar), mengendalikan rasa lapar, haus, kegiatan reproduksi, memonitor darah dan meregulasi kelenjar pituitari.
c.    Otak kecil (cerebelum)
Otak kecil merupakan pusat keseimbangan, bertugas menerima informasi dari telinga dan otot tentang sikap tubuh dan keseimbangan, mengkoordinasi gerakan.
d.    Jembatan varol (pons varolii)
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari otak kecil bagian kiri dan kanan juga menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang.
e.    Sumsum sambung (medula oblongata)
Terdapat pusat refleks untuk mengendalikan denyut jantung, tekanan darah, menelan makanan, kecepatan bernafas, batuk, bersin.
2.    Sumsum tulang belakang
Merupakan tabung yang memanjang dari punggung sampai bawah otak. Bagian luar berwarna putih disebut substansi alba, bagian dalam tampak abu-abu berbentuk kupu-kupu disebut substansi grissea.
Substansi alba berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan dari otak menuju efektor. Substansi grissea dibedakan menjadi dua, yaitu akar dorsal dan akar ventral. Akar dorsal mengandung saraf sensoris yang dendritnya berhubungan dengan reseptor. Akar ventral mengandung badan sel saraf motorik yang membawa impuls dari otak ke efektor.
Otak dilihat dari samping                             Irisan melintang sumsum tulang belakang
3.    Saraf tepi
Sistem saraf tepi tersusun oleh saraf-saraf yang menuju atau berasal dari sistem saraf pusat. Sistem saraf tepi dibedakan menjadi sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar (autonom).
a.    Sistem saraf sadar (somatik)
Sistem saraf sadar tersusun dari saraf kranial (dari atau menuju otak) dan saraf spinal (menuju otak berasal dari sumsum tulang belakang). Saraf kranial berjumlah 12 pasang dan saraf spinal berjumlah 31 pasang.
Tabel saraf kranial
No
Nama Saraf
Asal Saraf Sensori
Asal Saraf Motor
1. 2. 3.     4. 5. 6.   7. 8. 9.   10.   11. 12.
Olfaktori Optik Okulomotorik     Troklear Trigeminal Abdusena   Facial Auditori Glosofaringeal   Vagus   Spinal Hipoglosal
Selaput lendir hidung Retina mata Otot penggerak bola mata     Otot penggerak bola mata obliq superior Gigi dan kulit muka serta rahang Otot penggerak bola mata rektus eksternal Ujung pengecap di ujung lidah, wajah, bibir, dan kelopak mata Koklea dan saluran semisirkular Ujung pengecap di lidah belakang   Ujung saraf di alat dalam, paru-paru, lambung, aorta, laring Otot belikat Otot lidah
Tidak ada Tidak ada Otot penggerak bola mata pengubah tebal lensa mata, penyempitan pupil Otot lain penggerak bola mata Otot pengunyah Otot lain penggerak bola mata   Otot muka, kelenjar ludah Tidak ada Kelenjar parotis, otot penelan di laring Saraf parasimpatik ke jantung, lambung, usus halus, laring, kerongkongan Otot di belikat Otot di lidah
b.    Sistem saraf tak sadar (autonom)
Merupakan bagian dari saraf tepi yang mengontrol organ-organ dalam. Ada dua macam saraf autonom, yaitu:
-       Sistem saraf simpatik
-       Sistem saraf parasimpatik
Stimulasi dari saraf simpatik pada umumnya berakibat merangsang kerja organ. Sebaliknya stimulasi saraf parasimpatik pada umumnya menghambat kerja organ.
Skema sistem saraf
B. LATIHAN
1.    Badan sel saraf mengandung ….
  1. inti sel
  2. sitoplasma
  3. nodus ranvier
  4. selaput meninges
2.    Meneruskan impuls dari badan sel saraf ke kelenjar adalah fungsi ….
a.    dendrit
b.    akson
c.    selubung sel saraf
d.    selubung mielin
3.    Yang bertugas membawa rangsang ke sistem saraf pusat adalah ….
a.    neuron intermediet
b.    neuron motorik
c.    neuron sensorik
d.    badan sel saraf
4.    Berfungsi membawa impuls dari saraf pusat ke efektor adalah ….
a.    neuron motorik
b.    selubung mielin
c.    neuron sensorik
d.    interneuron
5.    Skema gerak refleks yang benar adalah ….
a.    rangsang – neuron sensorik – sumsum tulang belakang – neuron motorik – efektor
b.    rangsang – neuron motorik – sumsum tulang belakang – neuron sensorik – efektor
c.    neuron motorik – neuron sensorik –efektor
d.    rangsang – neuron motorik – sumsum tulang belakang – neuron sensorik – efektor
6.    Mengendalikan penglihatan dan refleks pendengaran adalah fungsi dari ….
a.    otak besar
b.    otak kecil
c.       sumsum sambung
d.    otak tengah
7.    Pusat keseimbangan terdapat pada ….
a.    otak tengah
b.    otak besar
c.    cerebelum
d.    pons varolii
8.    Letak sumsum tulang belakang di….
a.    punggung
b.    bawah otak
c.    punggung sampai bawah otak
d.    punggung sampai leher
9.    Bagian saraf tepi yang mengontrol organ-oragan dalam adalah ….
a.    somatik
b.    sensorik
c.    autonom
d.    sinapsis
10.  Bagian luar sumsum tulang belakang berwarna ….
a.    hitam
b.    kuning
c.    abu-abu
d.    putih
RINGKASAN MATERI
  • Indra Penglihatan
Bagian-bagian mata dan fungsinya
Sklera                                :  Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan melekatnya otot mata
Kornea                              : Memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya
Koroid                                : Mengandung pembuluh darah penyuplai retina dan melindungi refleksi cahaya dalam mata
Badan siliaris                     :  Menyokong lensa, mengandung otot yang memungkinkan lensa berubah bentuk, dan mensekresikan aqueous humour
Iris (pupil)                          :  Mengendalikan ukuran pupil, sedangkan pigmennya mengurangi lewatnya cahaya
Lensa                                : Untuk pemfokus dengan merubah bentuk
Retina                                : Mengandung sel batang dan kerucut
Fovea (bintik kuning)        : Bagian retina yang mengandung sel kerucut
Bintik buta                         : Daerah tempat saraf optik meningkatkan bagian dalam bola mata dan tidak mengandung sel konus dan batang
Vitreous humour               : Menyokong lensa dan menolong dalam menjaga bentuk bola mata
Aqueous humour              : Menjaga bentuk kantung depan bola mata
Pada retina mata tersusun oleh sel batang (sel basilus) dan sel kerucut (sel konus). Sel batang mempu menerima rangsang sinar tak berwarna, sedangkan sel kerucut mampu menerima sinar kuat dan berwarna.
Sel batang mengandung pigmen yang peka terhadap cahaya yang disebut rhodopsin. Jika terkena sinar terang rhodopsin akan terurai dan akan terbentuk kembali bila dalam keadaan gelap. Pada proses pembentukan kembali rhdopsin diperlukan waktu yang disebut waktu adaptasi rhodopsin.
Sel kerucut mengandung pigmen iodopsin. Ada tiga macam sel kerucut yang masing-masing peka terhadap warna merah, biru dan hijau. Dari kombinasi ketiga warna tersebut, mata dapat menerima spektrum warna dari ungu sampai merah. Kerusakan sel konus akan menyebabkan buta warna.
Dikromat adalah orang yang hanya mempunyai dua sel kerucut, mereka buta warna sebagian. Monokromat adalah orang yang hanya dapat membedakan hitam dan putih. Kecembungan lensa mata dapat berubah-ubah, yang disebut daya akomodasi lensa mata.
Mata normal adalah mata yang dapat memfokuskan sinar-sinar sejajar sehingga jatuh tepat ke retina/bintik kuning. Mata normal disebut dengan emetrop. Miop adalah kelainan mata jika bayangan benda jatuh di depan retina karena bola mata terlalu panjang (rabun jauh) dibantu dengan lensa cekung. Hipermetrop adalah kelainan mata jika bayangan benda jatuh di belakang retina, karena bola mata terlalu pipih dibantu dengan lensa cembung. Astigmatisma adalah kelainan mata jika kecembungan kornea tidak merata, sehingga bayangan tidak terfokus, kabur, ditolong dengan lensa silinder.
mekanisme terbentuknya bayangan pada mata normal, miop dan hipermetrop
  • Indra Pendengar
Telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Telinga terbagi menjadi tiga bagian, perhatikan komponen-komponen penyusup bagian tersebut!
Bagian penyusun telinga dan fungsinya
Bagian Penyusun Telinga
Fungsi
Telinga luar a.  Pinna b.  Saluran auditori (liang) Telinga tengah a.  Membran timpani (selaput gendang) b.  Tulang maleus Tulang inkus/osikula Tulang stapes c.  Saluran eustachio   Telinga Dalam a.  Jendela oval b.  Jendela melingkar c.  Koklea (rumah siput) d.  Saluran semisirkuler dan utrikulus e.  Membran basiler f.   Organ korti g.  Membran tektorial
Membantu mengkonsentrasikan gelombang suara (vibrasi)     a.  Meneruskan vibrasi ke osikula   b.  Meneruskan vibrasi/getaran ke jendela oval     c.  Menyeimbangkan tekanan udara antara telinga tengah dan lingkungan   a.  Penghubung telinga tengah dengan telinga dalam b.  Sebagai reseptor suara c.  Sebagai reseptor untuk gerakan kepala d.  Sebagai reseptor gravitasi   e.  Meneruskan vibrasi f.   Tempat terdapatnya sel reseptor suara berbentuk rambut g.  Meneruskan vibrasi ke organ korti
Mekanisme penerimaan impuls suara
Gelombang suara masuk ke dalam liang telinga → memukul gendang telinga/membran tympani → bergetar → ditransmisikan ke tulang martil → landasan → sanggurdi → jendela oval → koklea yang berisi cairan limfa → organ korti yang berisi sel-sel rambut → saraf auditori → otak → suara.
Pada telinga terdapat alat keseimbangan/equilibrium yang namanya kupula dan otolith. Posisi keduanya akan memberi informasi tentang posisi kepala.
  • Indra Peraba dan Perasa
Indra peraba dan perasa terdapat pada kulit. Pada bagian dermis kulit terdapat reseptor untuk rasa sakit dan tekanan lemah. Pada dermis terdapat reseptor untuk panas, dingin, dan tekanan kuat. Reseptor-reseptor tersebut adalah:
1.    Korpuskula pacini, merupakan ujung saraf perasa tekanan kuat
2.    Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan ujung saraf peraba
3.    Korpuskula rufini, merupakan ujung saraf perasa panas
4.    Ujung saraf krause, merupakan ujung saraf perasa dingin
5.    Korpuskula meissner, merupakan ujung saraf peraba
6.    Ujung saraf tanpa selaput, perasa nyeri
7.    Lempeng merkel, ujung saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan
  • Indra Pengecap
Indra pengecap terdapat pada lidah. Daerah lidah dibedakan menjadi empat macam daerah sensasi utama, yaitu rasa manis, rasa asam, rasa asin dan rasa pahit.
Daerah sensasi rasa asin terletak di bagian tepi, rasa asam di kedua sisi lidah, rasa pahit di belakang lidah dan rasa manis di bagian tepi.
Pada lidah terdapat tiga macam papil:
1.    Papil bentuk benang, merupakan papil peraba dan tersebar di seluruh permukaan lidah
2.    Papil bentuk V, terdapat di dekat pangkal lidah merupakan papil pengecap
3.    Papil bentuk palu, terdapat di darah tepi-tepi lidah, merupakan papil pengecap
  • Indra Pembau
Manusia mendeteksi bau melalui hidung. Sel-sel pembau mempunyai ujung berupa rambut-rambut halus yang dihubungkan dengan urat saraf olfaktori menuju ke pusat pembau di otak.
B. LATIHAN
1.    Tempat lewat dan refraksi cahaya merupakan fungsi dari ….
  1. pupil
  2. retina
  3. kornea
  4. lensa mata
2.    Bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan sinar adalah ….
  1. pupil
  2. retina
  3. kornea
  4. lensa mata
3.    Bagian mata yang berfungsi menjaga bentuk kantung bola mata adalah ….
  1. sklera
  2. vitreous humour
  3. aqueous
  4. koroid
4.    Jika bayangan benda jatuh  di depan retina maka menderita ….
  1. astigmatisma
  2. hipermetropi
  3. presbiopi
  4. miopi
5.    Penghubung telinga tengah dengan telinga dalam adalah ….
  1. koklea
  2. selaput gendang
  3. jendela oral
  4. jendela melingkar
6.    Alat keseimbangan pada telinga disebut ….
  1. kupula
  2. otolith
  3. kupula dan otolith
  4. koklea
7.    Ujung saraf perasa panas adalah ….
  1. korpuskula pacini
  2. korpuskula rufini
  3. korpuskula meissner
  4. lempeng merkel
8.    Ujung saraf peraba adalah….
  1. lempeng merkel
  2. korpuskula meissner
  3. korpuskula pacini
  4. korpuskula rufini
9.    Daerah pada lidah yang dapat merasakan pahit terletak pada ….
  1. tepi
  2. belakang
  3. tengah
  4. ujung
10.  Indra pembau manusia adalah ….
  1. mata
  2. lidah
  3. telinga
  4. hidung
KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME
A. RINGKASAN MATERI
Keberadaan makhluk hidup di bumi diperkirakan sudah jutaan tahun yang lalu. Kenyataan ini menunjukkan adanya kelangsungan hidup organisme. kelangsungan hidup organisme terjadi melalui adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan.
  • Adaptasi
Lingkungan tempat tinggal suatu makhluk hidup umumnya selalu berubah. Organisme yang mampu bertahan hidup yaitu organisme yang dapat beradaptasi. Adaptasi adalah perkembangan sifat dari suatu organisme yang membuatnya lebih sesuai untuk hidup dan berkembang biak di suatu lingkungan.
Ada tiga proses adaptasi yang dilakukan organisme untuk bertahan hidup, yaitu:
1.    Adaptasi morfologi
2.    Adaptasi fisiologi
3.    Adaptasi tingkah laku
Adaptasi morfologi
1.    Adaptasi morfologi hewan
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh atau alat-alat tubuh terhadap lingkungannya, misalnya bentuk paruh, kaki, dan tipe mulut
a.    Macam-macam bentuk paruh sesuai dengan jenis makanannya
Contoh:
-       Paruh burung elang: kuat, panjang agak melengkung ke bawah karena pemakan daging
-       Paruh burung kolibri: lancip, panjang dan kecil karena pengisap madu
-       Paruh burung pipit: pendek, kuat dan agak lancip karena pemakan biji-bijian
-       Paruh burung pelikan: terdapat bagian seperti sisir yang berfungsi untuk menyaring, karena makanannya ikan
b.    Macam-macam bentuk kaki burung sesuai dengan tempat atau kebiasaan hidupnya
Contoh:
-       Kaki itik, diantara jari-jari terdapat selaput karena hidup di tanah lumpur atau air untuk berenang
-       Kaki ayam, mempunyai tiga jari di depan yang agak panjang dan satu jari di belakang tidak sempurna berfungsi untuk mengais
-       Kaki burung elang, jari yang kuat dan panjang dapat melengkung untuk mencengkeram mangsa
-       Kaki burung kakak tua, dua jari berada di muka dan dua jari di belakang karena untuk memanjat
c.    Macam-macam bentuk atau tipe mulut pada serangga sesuai dengan cara mengambil makanan
Contoh:
-       Tipe penggigit: belalang, jangkrik dan lipas
-       Tipe pengisap: kupu-kupu
-       Tipe penusuk dan pengisap: nyamuk
-       Tipe pengisap dan penjilat: lalat dan lebah
d.    Adaptasi morfologi ikan
-       Bentuk yang ramping atau streamline
-       Sirip sebagai alat keseimbangan
-       Kulit berlendir agar mudah bergerak
  1. Adaptasi morfologi tumbuhan
a.    Tumbuhan yang hidup di tempat yang kering (xerofit) mempunyai ciri-ciri:
-       Akar    : panjang
-       Batang : tebal mempunyai jaringan penyimpan air
-       Daun   : kecil, tebal berlapis lilin dan ada yang berubah menjadi duri, sedikit stomata
b.    Tumbuhan yang hidup di tempat yang lembab atau basah (higrofit) mempunyai ciri-ciri:
-       Akar    : pendek
-       Batang : berair
-       Daun   : tipis, lebar dan banyak stomata di permukaan bawah
c.    Tumbuhan yang hidup di air (hidrofit) mempunyai ciri-ciri:
-       Akar    : pendek
-       Batang : berongga
-       Daun   : tipis dan lebar, banyak stomata di permukaan atas
Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi tubuh terhadap lingkungannya.
Beberapa contoh adaptasi fisiologi:
  1. Hewan herbivora pada saluran pencernaan menghasilkan enzim selulase
  2. Teredo navalis pada saluran pencernaannya menghasilkan enzim selulase sehingga dapat mencerna kayu galangan kapal
  3. Orang yang hidup di pegunungan mukanya tampak merah karena jumlah sel darah merah atau eritrosit lebih banyak
  4. Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh hewan mempunyai kelenjar madu
  5. Ikan yang hidup di lumpur mempunyai labirin
  6. Ikan dapat berenang dan melayang-layang di air karena mempunyai gelembung renang
Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.
Contoh:
-       Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya
-       Burung bermigrasi untuk mendapatkan makanan
  • Seleksi Alam
Lingkungan atau alam selalu mengalami perubahan. Organisme yang hidup di dalamnya harus dapat beradaptasi. Organisme juga harus bersaing dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Di dalam persaingan tersebut yang kuat akan menang. Organisme yang kalah akan mati atau pergi mencari lingkungan baru. Apabila organisme di lingkungan baru tidak dapat beradaptasi, ia akan mati. Peristiwa tersebut dinamakan seleksi alam.
Seleksi alam adalah terpilihnya kelompok yang cocok untuk kondisi lingkungan tertentu. Dalam proses seleksi alam, organisme yang tidak mampu menyesuaikan diri lambat laun akan punah. Contohnya adalah dinosaurus.
Organisme yang mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dapat membentuk spesies baru. Adaptasi seperti ini menjadi salah satu penyebab evolusi. Evolusi adalah perubahan sedikit demi sedikit dalam kurun waktu yang sangat lama. Contohnya burung finch.
  • Perkembangbiakan
Organisme berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya. Perkembangbiakan dibagi menjadi:
1.    Perkembangbiakan generatif/kawin/seksual
Perkembangbiakan generatif adalah terbentuknya individu baru yang didahului dengan bersatunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peristiwa tersebut dinamakan pembuahan.
Berdasarkan bentuk dan ukurannya, sel kelamin (gamet) dibedakan menjadi:
a.    Isogami, apabila sel kelamin jantan dan betina mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, misalnya pada Chlamydomonas.
b.    Heterogami, bila bentuk dan ukuran sel kelamin jantan dan betina berbeda, seperti pada vertebrata.
Hasil peleburan gamet disebut zigot. Perkembangbiakan generatif pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya disebut konjugasi. Individu pemberi inti/plasma disebut jenis (+), sedangkan penerimanya disebut jenis (-).
2.    Perkembangbiakan vegetatif/tak kawin/aseksual
Perkembangbiakan vegetatif adalah terjadinya individu baru tanpa didahului peleburan sel kelamin jantan dan betina, meliputi:
a.    Membelah diri
Umumnya terjadi pada organisme bersel satu, contohnya Amoeba
b.    Tunas
Perkembangbiakan dengan anakan, contohnya pisang, Hydra
B. LATIHAN
1.    Makhluk hidup melakukan adaptasi bertujuan agar dapat ….
a.    berkembang biak
b.    menyeuaikan diri dengan lingkungan
c.    mempertahankan kelangsungan hidup
d.    memperoleh tempat hidup
2.    Faktor yang paling berpengaruh terhadap adaptasi makhluk hidup di lingkungan darat adalah ….
  1. persediaan air
  2. keadaan tanah
  3. cuaca
  4. kelembaban udara
Gambar berikut untuk soal no. 3 dan 4!
1)                                       2)                                             3)                                             4)
3.    Bentuk-bentuk kaki tersebut yang biasa digunakan untuk mengais makanan  ditunjukkan dengan nomor ….
a.    1
b.    2
c.    3
d.    4
4.    Gambar tersebut merupakan bentuk adaptasi ….
  1. fisiologi
  2. behavior
  3. morfologi
  4. tingkah laku
5.    Adaptasi fisiologi yang terjadi pada ikan yang hidup di air dengan kadar garam tinggi adalah ….
a.    sedikit minum dan sedikit mengeluarkan urine
b.    banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine
c.    banyak minum dan banyak mengeluarkan urine
d.    sedikit minum dan banyak mengeluarkan urine
6.    Pada pernyataan di bawah ini, yang merupakan perkembangbiakan tak kawin adalah ….
a.    meleburnya sperma dengan ovum pada katak
b.    seekor serangga membantu penyerbukan pada sekuntum bunga
c.    angin membantu penyerbukan pada sekuntum bunga
d.    pembentukan tunas pada Hydra
7.    Untuk mempertahankan kelestarian jenisnya, organisme ….
a.    berusaha untuk mendapatkan makanan
b.    mempunyai kemampuan berkembang biak
c.    bertelur sebanyak-banyaknya
d.    mencari habitat yang cukup luas
8.    Apabila suatu jenis makhluk hidup tidak mampu melakukan perkembangbiakan maka ….
a.    terjadi kompetisi
b.    kepunahan jenisnya
c.    perubahan sifat
d.    tidak dapat mempertahankan hidup
9.    Di bawah ini merupakan faktor penyebab berkurangnya jumlah makhluk hidup tertentu, kecuali ….
a.    tingkat reproduksi rendah
b.    perburuan manusia untuk diperjualbelikan
c.    tingkat perkembangbiakan tinggi
d.    kerusakan habitat
10.  Pernyataan berikut yang menunjukkan terjadinya seleksi alam adalah ….
  1. nenek moyang jerapah berleher panjang karena terbiasa mencapai daun yang tinggi, maka lehernya memanjang
  2. leher jerapah sekarang yang panjang merupakan hasil keturunan nenek moyang jerapah yang berleher panjang
  3. nenek moyang jerapah lehernya bervariasi, yang berleher panjang yang dapat melangsungkan hidupnya
  4. jerapah selalu berusaha mencapai tempat yang tinggi, ini mengakibatkan lehernya semakin panjang

PEWARISAN SIFAT
A. RINGKASAN MATERI
  • Pewarisan Sifat
Sifat-sifat yang dimiliki makhluk hidup berasal dari induk yang diwariskan kepada keturunannya. Cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari penurunan sifat-sifat pada makhluk hidup adalah genetika.
Gregor Johann Mendel (1822 – 1884) meneliti genetika secara sistematis dan diakui sebagai Bapak Genetika karena dianggap sebagai peletak dasar hereditas (penurunan sifat) yang dikenal dengan Hukum Mendel.
1.    Kromosom dan Gen
Kromosom adalah benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi kepada keturunannya. Kromosom terdiri atas satuan kecil yang disebut gen. Gen inilah yang mengatur sifat yang akan diwariskan kepada keturunan selanjutnya.
Jumlah kromosom tiap-tiap spesies organisme tetap dan khas, sehingga menjadi ciri khusus bagi tiap spesies.
Jumlah kromosom pada berbagai organisme
No
Organisme
Jumlah Kromosom
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.
Kucing Mencit Kera Manusia Lembu Marmot Kuda Anjing Kalkun Merpati Ayam Ikan Mas Lalat buah Cacing tanah Jagung Kentang Kacang ercis Tembakau Bawang Rose
32 40 42 46 60 64 64 78 82 80 78 94 8 36 20 48 14 48 16 14,28
Kromosom seks Drosophila melanogaster berbeda dengan yang dimiliki betina
a.    Kromosom diploid dan haploid
Kromosom yang berada pada setiap inti sel tubuh selalu berpasangan. Setiap kromosom mempunyai pasangan atau homolognya. Di dalam setiap inti sel tubuh terdapat dua set atau dua perangkat kromosom yang disebut diploid (2n).
Setiap pasangan kromosom diploid, separo berasal dari induk jantan dan separo berasal dari induk betina. Jadi sel kelamin jantan dan sel kelamin betina masing-masing membawa satu set atau seperangkat kromosom yang disebut haploid (n). Jika terjadi perkawinan dan menghasilkan zigot, maka zigot mempunyai dua perangkat kromosom atau diploid (2n).
Kromosom sel tubuh menjadi haploid kembali jika terjadi pembelahan sel secara meiosis dalam pembentukan sel kelamin. Baik sel kelamin jantan maupun sel kelamin betina masing-masing membawa separo atau satu perangkat kromosom.
b.    Genotipe dan fenotipe
Genotipe adalah susunan gen yang mengatur terbentuknya sifat suatu individu. Fenotipe adalah sifat-sifat yang tampak pada individu. Sifat fenotipe ini dapat diamati oleh alat indra. Fenotipe ditentukan oleh faktor genotipe dan lingkungan.
Dalam diagram persilangan fenotipe ditulis sesuai dengan penampakannya. Genotipe biasa ditulis dengan huruf.
Contoh:
-       BB adalah genotipe untuk fenotipe bulat.
-       bb adalah genotipe untuk fenotipe kisut.
c.    Dominan, resesif, dan intermediet
Jika keturunan suatu persilangan hanya memunculkan salah satu sifat induk, maka sifat yang muncul disebut sifat dominan. Sifat pasangannya yang tidak muncul atau tersembunyi disebut sifat resesif. Contohnya, dalam persilangan antara kacang berbiji bulat dengan kacang berbiji kisut menghasilkan kacang berbiji bulat. Dengan demikian pada persilangan tersebut, kacang berbiji bulat bersifat dominan, sedangkan kacang berbiji kisut bersifat resesif karena sifat kisutnya tidak nampak atau tersembunyi.
Diagram persilangannya:
P (parental) Genotipe Fenotipe Gamet F (filial)
: : : : :
kacang berbiji bulat BB Bulat B  B
>< ><     Bb Bulat
kacang berbiji kisut bb kisut b  b
Apabila pengaruh gen dominan tidak kuat, fenotipe mempunyai bentuk antara. Sifat gen atau alel ini disebut intermediet (dominan parsial). Contohnya, bunga warna merah disilangkan dengan bunga warna putih menghasilkan bunga warna merah muda. Warna bunga merah muda itu bersifat intermediet.
Diagram persilangannya:
P (parental) Genotipe Fenotipe Gamet F (filial)
: : : : :
Bunga merah RR R      R
>< ><
RW Merah muda
Bunga putih WW W        W
d.    Simbol dan istilah
Persilangan umumnya dituliskan dalam bentuk simbol. Simbol-simbol yang digunakan dalam persilangan antara lain sebagai berikut:
P    : singkatan dari parental, yang berarti induk
P1 : artinya induk pertama; P2 artinya induk kedua, dan seterusnya
F    : singkatan dari fillius/fillial, artinya keturunan
F1 : artinya keturunan pertama; F2 keturunan kedua, dan seterusnya
Gen biasanya diberi simbol huruf pertama dari suatu sifat dominan. Gen yang bersifat dominan biasanya dinyatakan dengan huruf kapital, sedangkan gen yang bersifat resesif dengan huruf kecil. Contohnya, gen yang menentukan biji bulat ditulis dengan huruf B, ini menunjukkan bahwa bulat bersifat dominan. Sedangkan gen yang menentukan biji kusut ditulis dengan huruf b, yang berarti bersifat resesif.
Organisme merupakan individu yang diploid (2n). Karena gen diploid selalu berpasangan, maka simbol gen organisme ditulis dengan dua huruf, misalnya:
BB : simbol untuk biji bulat
Bb  : simbol untuk biji kusut
Simbol untuk genetipe ditulis dengan huruf berpasangan, misalnya BB, bb, Bb. Fenotipe tidak diberi simbol, melainkan ditulis sesuai dengan penampakannya. Misalnya kacang berbiji bulat fenotipenya ditulis “bulat” dan genotipenya ditulis BB. Fenotipe dua individu dimungkinkan sama, tetapi genotipenya bisa berbeda. Misalnya kacang berbiji bulat, fenotipenya sama-sama bulat, tetapi genotipenya bisa BB atau Bb. Bb bisa bersifat bulat karena gen B bersifat dominan dan menutup b yang bersifat resesif.
Anggota dari genotipe adalah sepasang gen. Salah satu dari pasangan gen alternatif disebut alel. Gen yang mempunyai alel sama, misalnya BB atau bb, merupakan pasangan alel yang homozigot. Berkaitan dengan sifat dominan atau resesif, maka individu bergenotipe BB adalah homozigot dominan, sedangkan yang bergenotipe bb adalah homozigot resesif. Genotipe yang mempunyai pasangan alel berbeda, misalnya Bb, merupakan pasangan alel yang heterozigot.
Bila suatu pasangan alel terdapat lebih dari satu pasang, maka disebut alel ganda. Contohnya pada genotipe untuk rambut kelinci terdapat empat alel yang mempengaruhi dan dapat dirumuskan dengan W, w, wh, dan wk. W dominan terhadap w, kombinasi WW menghasilkan warna normal, kombinasi ww menghasilkan rambut tak berpigmen (albino), kombinasi wk wk menghasilkan warna kelabu muda, dan kombinasi wh wh menghasilkan warna putih hampir di seluruh tubuh.
  • Percobaan Mendel
Pada saat melakukan percobaan untuk menemukan prinsip-prinsip hereditas (penurunan sifat), Gregor Mendel menggunakan tanaman kacang ercis (Pisum sativum) untuk mengamati sifat-sifat beda yang nyata.
Mendel menggunakan kacang ercis, karena kacang ercis mempunyai sifat-sifat:
1.    Memiliki bunga sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri.
2.    Masa hidupnya tidak lama, sehingga cepat menghasilkan keturunan.
3.    Mudah melakukan penyerbukan silang.
4.    Memiliki pasangan-pasangan sifat yang mencolok.
Untuk melakukan percobaannya, Mendel mempersiapkan tanaman galur murni. Tanaman galur murni adalah tanaman yang bila melakukan penyerbukan sendiri, senantiasa menurunkan keturunan dengan sifat-sifat yang khas sama dengan induknya.
Kemudian Mendel melakukan percobaan dengan satu sifat beda untuk setiap persilangan. Karena kacang ercis mempunyai tujuh sifat beda, Mendel melakukan tujuh percobaan untuk tujuh sifat berbeda. Ternyata hasil dari percobaannya, semua keturunan F1-nya hanya menunjukkan salah satu sifat dari induknya. Dengan demikian ada sifat yang muncul dan ada sifat yang tersembunyi.
Kemudian Mendel menyilangkan sesama hasil penyilangan pertama (F1), ternyata menghasilkan keturunan yang beragam. Contohnya, dari induk biji bulat (F1), disilangkan dengan seksama F1, menghasilkan F2 biji bulat dan biji kusut. Ternyata sifat resesif yang tadinya tidak muncul, sekarang muncul. Mendel berpendapat bahwa pada saat persilangan, setiap anak menerima satu faktor sifat dari masing-masing induknya.
Penyerbukan silang dengan satu sifat beda disebut monohibrid. Penyerbukan silang dengan dua sifat beda disebut dihibrid. Penyerbukan silang dengan tiga sifat beda disebut thibrid. Penyerbukan silang dengan lebih dari tiga sifat beda disebut polihibrid.
1.    Monohibrid
Merupakan persilangan dengan satu sifat beda.
Contoh persilangannya sebagai berikut:
P1 (parental) Genotipe Fenotipe   Gamet F1 P2 Genotipe Gamet F2
: : : : :
Kacang ercis batang tinggi TT tinggi   T                T     Kacang ercis batang tinggi Tt T        t Tt        Tt
>< ><
Tt Tinggi ><
Kacang ercis batang pendek tt pendek   t                t     Kacang ercis batang tinggi Tt T        t Tt        Tt
Perbandingan fenotipe pada F2 adalah:
3      :        1
tinggi             rendah
Perbandingan genotype pada F2 adalah:
1    :  2      :     1
TT :   Tt      :     tt
Dari persilangan-persilangan tersebut, diketahui bahwa gen untuk faktor tinggi dominan terhadap faktor rendah, sehingga individu dengan genotipe Tt  mempunyai fenotipe batang tinggi.
Untuk mengetahui bagaimana genotipe F1, dilakukan penyilangan antara F1 dengan salah satu induknya. Persilangan yang demikian disebut persilangan balik (back cross).

Sifat Intermediet
Ada beberapa gen yang mempunyai sifat tidak dominan dan juga tidak resesif. Dalam percobaan pembastaran bunga Mirabilis jalapa galapa galur merah (M) dengan galur putih (m) menghasilkan keturunan F berupa bunga merah muda. Jika F1 disilangkan dengan F1 hasilnya F2 adalah merah : muda : putih = 1 : 2 : 1.
Diagram catur:
F1 MM >< mm
♀                    ♂
M
M
m
Mm
Mm
m
Mm
Mm
Mm = merah muda = 4
P2 F1 >< F1
MM = merah = 1
Mm = merah muda = 2
Mm = putih = 1
♀                    ♂
M
m
M
MM
Mm
m
Mm
mm
2.    Dihibrid
Merupakan persilangan dengan dua sifat beda. Pada persilangan ini Mendel menyilangkan kacang ercis galur murni dengan dua sifat beda, yaitu ercis biji bulat warna kuning dengan ercis biji kisut warna hijau. Karena bulat dan kuning dominan terhadap kisut dan hijau, maka F1 seluruhnya berbiji bulat dan kuning.
P1
:
kacang ercis biji bulat warna kuning
><
biji kisut warna hijau
Genotipe
:
BBKK
><
bbkk
Fenotipe
:
bulat kuning
kisut hijau
Gamet
:
BK
bk
F1
:
BbKk
bulat kuning
Kemudian F1 disilangkan dengan sesama F1, ternyata muncul sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh kedua induknya, yaitu bulat hijau dan kisut kuning.
P                : F1 ><        F1
Genotipe   : BbKk       ><        BbKk
Gamet       : BK    Bk               bk bk
F2
♂        ♀
BK
Bk
bK
bk
BK
BBKK
1
BBKk
2
BbKK
3
BbKk
4
Bk
BBKk
5
BBkk
6
BbKk
7
Bbkk
8
bK
BbKK
9
BbKk
10
bbKK
11
bbKk
12
bk
BbKk
13
Bbkk
14
bbKk
15
bbkk
16
Kemungkinan macam genotipe dan fenotipe pada F2
Kemungkinan ke-
Kotak Nomor
Genotipe
Fenotipe
1
1
BBKK
Bulat kuning
2
2, 5
BBKk
Bulat kuning
3
3, 9
BbKK
Bulat kuning
4
4, 7, 10, 13
BbKk
Bulat kuning
5
6
BBkk
Bulat hijau
6
8, 14
Bbkk
Bulat hijau
7
11
bbKK
Kisut kuning
8
12, 15
bbKk
Kisut kuning
9
16
bbkk
Kisut hijau
Dari tabel diatas dapat diketahui fenotipe dari hasil persilangan antar F1 adalah bulat kuning, bulat hijau, kisut kuning, dan kisut hijau, dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1.
Apabila melakukan penyilangan dengan tiga sifat beda atau lebih, akan lebih mudah mempelajarinya dengan sistem papan catur. Misalnya, tiga sifat bergenotipe AABBCC dominan terhadap aabbcc, keturunan F1 akan menghasilkan individu AaAaCc.
Kemungkinan gamet yang dapat dibentuk adalah ABC, ABc, AbC, Abc, aBC, aBc, abC, abc.
Dengan demikian F2 akan menghasilkan sebanyak 64 keturunan atau 82.
Hubungan antara jumlah sifat beda dan jumlah kemungkinan kombinasi serta pemisahan pada F2 dari segi fenotipe maupun genotype dapat dilihat pada table di bawah ini:
Jumlah Sifat Beda
Jumlah Macam Gamet
Jumlah Macam Genotipe
Jumlah Macam Fenotipe
Pemisahan Fenotipe F2 pada Dominan Penuh
1
21 = 2
31 = 3
21 = 2
3 : 1
2
22 = 4
32 = 9
22 = 4
9 : 3 : 3 :1
3
23 = 8
33 = 27
23 = 8
27 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1
n
3n
3n
3n
3.    Hukum-hukum Mendel
Mendel mengemukakan bahwa dua gen berpisah pada saat pembentukan gamet. Sel telur dan sperma hanya mempunyai satu gen untuk setiap sifat beda. Pemisahan gen tersebut dikenal dengan Hukum Mendel I atau hukum pemisahan gen yang beralel (segregasi).
Gen yang telah terpisah akan bergabung dengan gen dari induk lain pada saat perkawinan. Penggabungan gen terjadi secara acak dan bebas. Hal ini dikenal dengan Hukum Mendel II atau hukum pengelompokan gen secara bebas.
  • Penerapan Genetika
Para ahli hewan dan tumbuhan menggunakan hukum Mendel untuk mendapatkan hewan dan tumbuhan dengan sifat unggul yang diinginkan. Bibit unggul yang ditemukan diharapkan dapat untuk meningkatkan produksi pangan untuk kesejahteraan manusia.
Hukum Mendel juga berlaku untuk perkawinan manusia. Anak-anak hasil perkawinan akan mewarisi sifat ayah atau ibunya. Sifat-sifat orang tua yang dapat diturunkan antara lain: rambut keriting, lidah dapat menggulung, dan yang lainnya.
1.    Penemuan bibit unggul
Dalam bidang pertanian dan peternakan, hukum Mendel diharapkan untuk memperoleh bibit unggul yang diinginkan dengan cara menghindari sifat-sifat resesif yang tidak diinginkan. Caranya dengan menyilangkan dua individu yang berbeda varietasnya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh individu baru dengan sifat-sifat gabungan yang diinginkan.
Beberapa contoh individu unggul hasil persilangan antara lain:
a.    Padi bogowonto, mahakam, cisadane, bengawan, memberamo, IR, PB, pelita I dan II
b.    Sapi brangus, persilangan antara sapi brahman dan angus
c.    Ayam leghorn, rhode island
d.    Domba merino, south down
2.    Penentuan jenis kelamin
Pada saat menguji lalat buah, para ahli menemukan bahwa pada setiap sel tubuh (somatik) mempunyai empat pasang kromosom. Tiga pasang kromosom pada jantan dan betina berbentuk sama. Satu pasang lainnya bentuknya beda. Pada betina, keduanya berbentuk lurus seperti batang, sedangkan pada jantan satu kromosom ujungnya berkait.
Kromosom bentuk batang disebut kromosom X sedangkan kromosom yang bentuknya berkait disebut kromosom Y. Karena kromosom tersebut berhubungan dengan jenis kelamin, maka disebut kromosom seks.
Jenis kelamin untuk lalat buah betina mempunyai dua kromosom X (XX), sedangkan lalat jantan hanya mempunyai satu kromosom X. Kromosom Y pada lalat jantan tidak mempengaruhi penentuan jenis kelamin, tetapi untuk menghasilkan sperma yang subur.
Manusia mempunyai 23 pasang kromosom, 22 pasang merupakan kromosom tubuh, sedangkan satu pasang merupakan kromosom seks. Kromosom seks wanita adalah XX dari pria adalah XY. Kromosom Y pada manusia sebagai penentu jenis kelaminnya. Individu jantan mempunyai kromosom Y. individu betina tidak mempunyai kromosom Y.
3.    Pewarisan sifat terpaut seks
Gen yang terdapat pada kromosom seks disebut gen terpaut seks. Gen terpaut seks dan sifat yang dikendalikannya akan bergabung dengan jenis kelamin tertentu dan diwariskan bersama kromosom seks. Umumnya gen terpaut seks terdapat pada kromosom X, tetapi ada juga yang terdapat pada kromosom Y.
Contoh gen terpaut seks:
a.    Hemofili
Hemofili merupakan sifat terpaut seks yang mempengaruhi proses pembekuan darah yang terdapat pada kromosom X. Penderita hemofili darahnya sukar membeku jika terluka. Pria akan menyandang hemofili apabila kromosom X-nya membawa gen hemofili. Sedangkan wanita hanya sebagai pembawa (carrier) hemofili apabila hanya satu kromosom X-nya yang mengandung gen hemofili dan menjadi penderita hemofili bila kedua kromosom X-nya mengandung gen hemofili.
Kemungkinan genotype pria:
XY             : normal
XhY            : hemofili
Kemungkinan genotype wanita:
XX             : normal
XXh : pembawa (carrier)
XhXh : hemofili
b.    Buta warna
Buta warna juga merupakan pewarisan sifat karena terpaut seks. Warna yang tidak dapat diamati adalah warna merah dan hijau. Orang normal dapat membedakan semua spektrum warna, sedangkan orang buta warna tidak dapat membedakan warna merah dan hijau.
Gen untuk membedakan warna merah dan hijau terdapat pada kromosom X. Pria yang kromosom X-nya mengandung gen buta warna akan menjadi penderita buta warna. Wanita yang kromosom X-nya hanya satu yang mengandung gen buta warna akan bersifat sebagai pembawa (carrier) gen buta warna, tetapi jika kedua kromosom X-nya mengandung gen buta warna, maka wanita tersebut sebagai penderita buta warna.
Kemungkinan fenotipe wanita:
XX             : normal
XXc : pembawa (carrier)
XcXc : penderita buta warna
Kemungkinan fenotipe pada pria
XY             : normal
XcY            : penderita buta warna
BIOTEKNOLOGI DAN PENERAPAN
A. RINGKASAN MATERI
  • Bioteknologi (Bagian 1)
Bioteknologi berasal dari biologi dan teknologi. Biologi berarti ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup, sedangkan teknologi berarti terapan ilmu pengetahuan dasar. Jadi  bioteknologi berarti pamanfaatan makhluk hidup atau bahan dari makhluk hidup untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia.
Pembuatan tempe, tape, penggunaan bibit yang tahan penyakit merupakan contoh-contoh bioteknologi yang sudah umum digunakan dan berkembang di dalam masyarakat.
Berdasarkan tingkat kesulitannya, bioteknologi dibedakan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional/tradisional dan bioteknologi modern.
1.    Bioteknologi konvensional/tradisional
Bioteknologi konvensional umumnya menggunakan mikroorganisme secara langsung dan dilakukan secara sederhana. Mikroorganisme yang dimanfaatkan secara langsung antara lain bakteri, jamur.
Penerapan bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pembuatan makanan, minuman dan obat-obatan.
a.    Tape
Ada dua jenis tape yang biasa kita makan, yaitu tape singkong dan tape ketan. Tape ini merupakan hasil proses fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme berupa sel ragi.
Fermentasi adalah penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan tanpa oksigen (anaerobik). Proses fermentasi biasanya disertai dengan dihasilkannya panas dan gas sisa berupa CO2. Ragi fungsinya sebagai penghasil enzim yang dapat mengubah tepung menjadi gula dan alkohol.
b.    Tempe dan oncom
Tempe dibuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus. Jamur Rhizopus akan menguraikan protein kompleks dari kedelai yang sulit dicerna menjadi protein sederhana yang mudah dicerna oleh manusia.
Untuk pembuatan oncom diperlukan ampas tahu/kedelai dengan bantuan jamur Neurospora sitophila.
c. Roti dan donat
Dalam proses pembuatan roti, diperlukan proses fermentasi agar roti mengembang dan tidak padat. Untuk mengembangkan roti, adonan terigu difermentasikan dengan yeast atau khamir. Setelah kurang lebih satu jam maka adonan roti akan mengembang. Hal tersebut terjadi karena adanya proses fermentasi alkohol atau respirasi anaerobik.
Fermentasi menghasilkan etanol, CO2 dan energi. Energi digunakan oleh yeast untuk berkembang biak, CO2 terperangkap dalam adonan dalam bentuk gelembung gas. Saat adonan dipanggang dalam oven, panas oven menyebabkan adonan mengembang, karena gas mengembang dalam temperatur tinggi. Panas juga menguapkan etanol dan membunuh yeast, sehingga fermentasi berhenti. Jika proses fermentasi berhasil, maka roti akan mengembang dan lembut. Sebaliknya jika proses fermentasi tidak berhasil, roti akan keras dan padat.
d.    Sayuran fermentasi
Sayuran difermentasi menjadi acar dengan menggunakan bakteri seperti Streptococcus, Lactobacillus. Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula yang terdapat pada sayuran menjadi asam laktat. Asam laktat yang terbentuk akan membatasi pertumbuhan organisme lain dan memberikan rasa yang khas pada sayuran yang difermentasi.
e.    Keju
Keju berasal dari susu yang diasamkan dengan bantuan bakteri. Rasa, aroma, dan warna keju yang dihasilkan tergantung pada jenis bakteri yang digunakan.
Susu yang akan dibuat keju dipilih yang tidak mengandung antibiotik, karena dapat mematikan bakteri yang akan digunakan. Susu dipasteurisasi untuk mematikan bakteri-bakteri yang berbahaya. Kemudian diberikan bakteri untuk pembuatan keju, seperti Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus untuk mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat).
Kemudian ditambahkan enzim yang dapat menggumpalkan air susu, misalnya renin. Bagian yang cair dibuang, bagian yang menggumpal diperas dan dipadatkan. Enzim yang dihasilkan oleh bakteri akan mencerna protein dan lemak menjadi asam amino dan asam lemak serta memberi aroma dan rasa pada keju.
f.     Yoghurt
Yoghurt merupakan minuman dari air susu yang difermentasikan. Air susu dipanaskan selama 15 – 30 menit dalam suhu 85ºC – 95ºC, untuk mensterilkan susu. Setelah dingin dimasukkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Air susu dibiarkan selama 4 – 6 jam dalam suhu 38ºC – 44ºC atau 12 jam pada suhu 32ºC. Selama masa inkubasi tersebut akan dihasilkan asam laktat, yang menyebabkan yoghurt terasa asam.
g.    Minuman beralkohol
Bir, drum, whisky, anggur merupakan minuman yang berasal dari luar negeri yang proses pembuatannya menggunakan fermentasi oleh khamir Saccharomyces.
Tuak, ciu, dan anggur ketan juga merupakan minuman beralkohol produk lokal yang menggunakan fermentasi dari khamir Saccharomyces. Dalam proses pembuatannya Saccharomyces akan mengubah zat gula yang terkandung di dalam bahan-bahan untuk membuat minuman beralkohol menjadi gas karbon dioksida dan alkohol.
h.    Antibiotik
Antibiotik merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme lain.
Contoh antibiotik adalah penisilin. Penisilin pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming, yang dihasilkan oleh jamur Penicillum.
Cara kerja antibiotik adalah menghambat infeksi dengan mencegah terbentuknya dinding sel bakteri patogen.
Antibiotik selain dihasilkan oleh jamur, juga dihasilkan oleh bakteri, misalnya:
-       antibiotik streptomisin dihasilkan oleh Streptomyces griceus
-       antibiotik aureomisin dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens
-       antibiotik kloromisin dihasilkan oleh Streptomyces venezuelae
Sifat antibiotik ada dua macam, yaitu:
-       Antibiotik bakterisida untuk membunuh bakteri
-       Antibiotik bakteriostatik untuk mencegah bakteri agar tidak dapat berkembang biak dan membiarkan sistem pertahanan tubuh yang membunuh bakteri tersebut.
Antibiotik hanya dapat digunakan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, tidak bisa untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus dan jamur.
i.      Alkohol untuk bahan bakar
Alkohol merupakan hasil fermentai karbohidrat dengan menggunakan khamir, seperti  Saccharomyces cereviceae. Karbohidrat diubah menjadi gula sederhana, kemudian diubah menjadi alkohol dan gas CO2 .
Alkohol dapat digunakan untuk bahan bakar, seperti spritus atau untuk bahan bakar mesin. Bahan bakar dari alkohol mempunyai kelebihan, antara lain:
-       Mesin menyala lebih lama
-       Rendah polusi, karena emisi CO2, NO, dan SO2 hanya sedikit
-       Tidak meningkatkan kadar CO2 di atmosper
j.      Protein sel tunggal (PST)
Merupakan mikroorganisme seperti ganggang, bakteri, khamir yang ditambahkan dalam skala besar. Protein itu dapat digunakan untuk konsumsi manusia dan hewan. Protein sel tunggal mengandung bahan seperti karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Organisme yang dikembangkan untuk pembuatan protein sel tunggal antara lain Chlorella, Spirulina, Euglena.
Penerapan bioteknologi konvensional pada bidang pertanian misalnya dengan kloning sederhana. Kloning bertujuan untuk menghasilkan organisme dalam jumlah banyak dan secara genetik seragam. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan penyetekan. Tujuan penyetekan adalah untuk memperoleh individu baru yang identik dengan induknya dan dalam jumlah yang banyak.
Penyetekan dilakukan dengan cara memotong bagian-bagian tumbuhan seperti daun, batang, atau akar agar tumbuh menjadi tanaman baru. Tanaman yang dikembangkan dengan setek antara lain ketela pohon, tebu, cocor bebek.
Penerapan bioteknologi konvensional pada bidang peternakan antara lain dengan cara pemilihan hewan ternak yang mempunyai kualitas baik untuk dikembangbiakkan, sehingga diperoleh keturunan yang mempunyai kualitas baik pula.
B. LATIHAN
1.    Ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup adalah ….
a.    bioteknologi
b.    fisika
c.    kimia
d.    biologi
2.    Yang bukan contoh penerapan bioteknologi konvensional adalah ….
a.    pembuatan roti
b.    pembuatan tempe
c.    pembuatan tape
d.    hidroponik
3.    Dalam pembuatan tape menggunakan mikroorganisme ….
a.    jamur Rhizopus
  1. sel ragi
  2. jamur Neurospora sitophila
  3. bakteri Lactobacillus

4.    Dalam pembuatan roti proses fermentasi menghasilkan ….
a.    etanol
b.    etanol dan CO2
c.    CO2
d.    Etanol, CO2 dan energi
5.    Susu yang akan dibuat keju harus tidak mengandung antibiotik, karena ….
a.    beracun
  1. membiakkan bakteri
  2. mematikan bakteri
  3. berbau
6.    Yang menyebabkan yoghurt terasa asam adalah ….
a.    alkohol
  1. air susu
  2. bakteri Stretococcus
  3. asam laktat
7.    Yang digunakan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah ….
a.    obat tablet
  1. obat cair
  2. antibiotik
  3. alkohol
8.    Yang bukan kandungan dari protein sel tunggal adalah ….
a.    karbohidrat
  1. lemak
  2. vitamin
  3. alkohol
9.    Keuntungan menggunakan alkohol sebagai bahan bakar adalah ….
a.    meningkatkan kadar CO2 di atmosfer
  1. mesin lebih awet
  2. rendah polusi
  3. enzim
10.  Antibiotik kloromisin dihasilkan oleh ….
  1. Streptomyces griceus
  2. Streptomyces aureofaciens
  3. Streptomyces venezuelae
  4. Euglena

RINGKASAN MATERI
  • Bioteknologi (bagian 2)
Bioteknologi modern berkembang dengan adanya penemuan-penemuan baru di bidang mikrobiologi, biokimia, biologi sel, biologi molekuler, genetika, dan fisika. Terapan bioteknologi modern yang saat ini telah dikembangkan antara lain dalam bidang teknologi reproduksi (seperti kultur jaringan, inseminasi buatan, bayi tabung, dan pengklonan), bidang radiasi, bidang hidroponik, aeroponik, dan teknik rekombinasi gen.
a.    Teknologi reproduksi
Teknologi reproduksi adalah cara perkembangbiakan menggunakan alat dan prosedur tertentu untuk meningkatkan mutu individu yang lebih baik sesuai yang diharapkan.
1.    Kultur jaringan
Kultur artinya budidaya. Kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan menjadi individu yang mempunyai sifat seperti induknya.
Kultur jaringan banyak diterapkan pada bidang pertanian untuk memperoleh bibit tanaman unggul secara singkat dalam jumlah yang banyak.
2.    Inseminasi buatan
Inseminasi buatan merupakan proses pembuahan dengan bantuan manusia. Pada inseminasi buatan ini, sperma dari hewan jantan dimasukkan ke dalam rahim hewan betina unggul. Hewan betina tersebut diharapkan melahirkan keturunan yang memiliki sifat unggul dari kedua induknya. Cara ini lebih mudah karena sperma dari satu hewan jantan dapat membuahi banyak hewan betina. Inseminasi buatan sering dilakukan pada ternak sapi, namun secara prinsip dapat dilakukan pada ternak lain.
3.    Bayi tabung
Bayi tabung adalah bayi hasil pembuahan yang dilakukan di luar tubuh. Pembuahan berlangsung di dalam cawan Petri dalam kondisi tertentu di dalam laboratorium. Cawan Petri berisi medium nutrient yang sesuai bagi pertumbuhan zigot hasil pembuahan. Zigot akan berkembang menjadi embrio. Setelah 2 – 5 hari embrio dimasukkan ke dalam rahim wanita. Selanjutnya diharapkan embrio itu akan tumbuh di dalam rahim sampai melahirkan.
4.    Pengklonan
Pengklonan atau kloning secara sederhana sedah lazim dilakukan. Seperti penanaman ketela pada pohon melalui bagian batang yang dipotong-potong untuk membuat setek, merupakan salah satu cara cloning.
Sel-sel tumbuhan, baik dari akar, batang, ataupun daun dapat ditumbuhkan menjadi tanaman baru, karena sel-sel tumbuhan mempunyai kemampuan totipotensi yang tinggi. Pengklonan pada hewan dilakukan di laboratorium dan pengerjaannya sangat kompleks. Contoh hasil kloning hewan yang terkenal adalah Dolly.
Dari uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi reproduksi yang sedang berkembang saat ini adalah kultur jaringan, inseminasi buatan, bayi tabung, dan pengklonan.
b.    Radiasi
Radiasi atau penyinaran dengan gelombang magnetik dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
c.    Hidroponik atau aeroponik
Hidroponik adalah suatu cara bertanam dengan menggunakan media air dan bahan yang bersifat porus, misalnya arang sekam, pasir, batu apung, dan batu kali. Makanan atau nutrisi tumbuhan hidroponik diperoleh dari zat anorganik yang dialirkan melalui pipa air. Tanaman dapat juga ditempatkan diatas bak penampung nutrisi dimana akar tanaman dapat menyerap nutrisi dari bak nutrisi.
Aeroponik adalah bercocok tanam dengan akar menggantung di udara tanpa menempel pada media apapun. Makanan atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman aeroponik diberikan dengan cara menyemprotkan air yang sudah bercampur nutrisi ke bagian akar yang menggantung. Penyemprotan dilakukan secara berkala dengan lama penyemprotan dilakukan tiap 2 menit dan lama penyemprotan 3 detik. Biasanya penyemprotan dilakukan secara otomatis menggunakan alat semprot yang sudah dilengkapi pengatur waktu.
Melalui metode ini penyerapan nutrien lebih efesien, dan akar dapat menyerap oksigen dengan baik karena tidak ada yang menghalangi.
Kedua cara bercocok tanam ini sekarang marak dikembangkan di Indonesia. Jenis tanaman yang dikembangkan umumnya jenis sayur mayur dan buah-buahan.
d.    Rekombinasi gen
Rekombinasi berarti penggabungan, gen adalah unit fungsional materi genetik yang tersusun dari DNA. Jadi rekombinasi gen dapat diartikan sebagai penggabungan gen (DNA) yang berasal dari organisme yang berbeda sehingga terbentuk gen rekombinan.
Teknologi rekombinasi gen telah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, misalnya untuk membuat insulin dan untuk menghasilkan tanaman trasgenik.
1.    Membuat insulin
Insulin digunakan untuk mengobati penyakit diabetes.
2.    Organisme transgenik
Organisme transgenik adalah organisme yang mendapat pindahan gen dari organisme lain. Tujuan pemindahan gen tersebut adalah untuk mendapatkan organisme baru yang memiliki sifat lebih unggul.
LATIHAN
1.    Membudidayakan suatu jaringan menjadi individu yang mempunyai sifat seperti induknya disebut ….
a.    Kloning
b.    kultur jaringan
c.    rekayasa genetika
d.    mutan
2.    Domba Dolly merupakan hasil dari ….
a.    inseminasi buatan
b.    kultur jaringan
c.    mutasi
d.    pengklonan
3.    Pengawetan bahan makanan secara modern dengan cara ….
  1. pengeringan
  2. pengasapan
  3. penggaraman
  4. radiasi
4.    Kelemahan pengawetan bahan makanan secara konvensional adalah ….
a.    biaya mahal
b.    proses cepat
c.    tidak menimbulkan polusi
d.    hasil bisa dirusak bakteri pembusuk dan jamur
5.    Individu hasil mutasi disebut ….
a.    kloning
b.    mutan
c.    spesies
d.    genus
6.    Kedelai muria merupakan hasil dari ….
a.    kultur jaringan
b.    inseminasi buatan
c.    mutasi
d.    pengklonan
7.    Untuk memperkecil populasi hama serangga langkah yang tepat adalah ….
a.    membunuh serangga jantan
b.    membunuh serangga betina
c.    melepaskan serangga jantan yang mandul
d.    melepaskan serangga betina yang mandul
8.    Cara bertanam dengan menggunakan media air dan bahan yang bersifat porus disebut ….
a.    aeroponik
b.    terasering
c.    hidroponik
d.    penyemaian
9.    Keuntungan bercocok tanam secara hidroponik dan aeroponik adalah ….
a.    waktu bercocok tanam lebih pendek
b.    pupuk yang dibutuhkan kualitasnya yang rendah
c.    tidak akan terserang hama
d.    hemat pupuk
10.  Insulin merupakan hasil dari ….
a.    kultur jaringan
b.    inseminasi buatan
c.    rekombinasi buatan
d.    mutasi

PROTA 2010/2011

17 Jan
PROGRAM TAHUNAN
SEKOLAH : MTs NEGERI PEKANBARU
KELAS : IX (SEMBILAN)
MATA PELAJARAN : IPA TERPADU
TAHUN PELAJARAN : 2010 / 2011
Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Waktu Ket
Semester 1 Memahami bebagai sistem dalam kehidupan manusia 1.1 Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan Sistem Ekskresi 7 jp
1.2 Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia Sistem Reproduksi 7 jp
1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan Sistem Koordinasi 7 jp
Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup 2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan Kelangsungan Hidup Organisme 7 jp
2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat makhluk hidup Pewarisan Sifat 8 jp
2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penerapannya Pewarisan Sifat 5 jp
2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan Penerapan Bioteknologi 8 jp
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari Listrik Statis 10 jp
3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Listrik Dinamis 13 jp
3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Listrik Dinamis 10 jp
3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari Energi dan Daya Listrik 10 jp
Ulangan Harian 5 Kali 5 jp
Ulangan Mid Semester 2 jp
Semester Ganjil 5 jp
Jumlah 105 jp
Semester 2 Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet Kemagnetan 8 jp
4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi 8 jp
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik Induksi Elektromagnet 10 jp
Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya 5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya Anggota Tata Surya 8 jp
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai salah satu planet Matahari sebgai Bintang dan Bumi sebagai Planet 8 jp
5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya Bumi sebagai Planet, Bulan sebagai Satelit Bumi, dan Penjajahan Luar Angkasa 8 jp
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor Litosfer, Hidrosfer, dan Atmosfer 10 jp
5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan. Lapisan Ozon dan Masalah Lingkungan Hidup 3 jp
Ulangan Harian 5 kali 5 jp
Ulangan Mid Semester 2 jp
UN dan UAMBN 10 jp
Cadangan / Pengayaan 5 jp
Jumlah 85 jp
Pekanbaru 12 Juli 2010
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala MTsN Pekanbaru
Drs. Marzuki, M.Ag Drs. Afrialsah Lubis M.Pd
NIP  19700416 198003 1 007 NIP. 19670524 199503 1 003
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.